Wednesday, 3 July 2013

Buah Matoa and Teh Oolong, What is it ???

Kata-kata "Teh Oolong", aku baru tahu ketika melihat produk teh yang dijual di minimarket. Liad di salah satu berita yang juga menayangkan tentang apa itu teh oolong dan manfaat apa saja yang dibawanya. Namun, yang ada di benakku, mengapa teh tersebut baru muncul dan populer seperti sekarang?? apakah teh tersebut langka??
Seperti halnya buah "Matoa". Aku juga baru melihat dan merasakan buah tersebut ketika ada kiriman dari kekasih yang sengaja berbagi ketika panen.
Ternyata seperti ini bentuk matoa:
Buahnya seperti kelengkeng, bau dan rasa mirip durian, kulitnya keras. Kalo buka kulitnya ada beberapa cara antara lain dengan mengetuknya di meja hingga berbunyi "tok", kalo cowok hanya dengan jempolnya kulit matoa tersebut bisa pecah, dan ada juga dengan menekan buah matoa di atas meja menggunakan kedua telapak tangan. heheh (betapa keras perjuangan untuk membuka kulit matoa itu).
Kalo liad segerombolan buah matoa yang masih ada tangkainya, seperti di bawah ini :
Kalo liad buahnya, ada yang kecil dan ada yang besar. Namun ukuran tidak mengurangi rasa. Rasa tetap sama manisnya. Keren kan.. Kok bisa ada buah seperti itu ya..
Saking penasarannya, aku coba googling buah matoa itu berbuah dari pohon seperti apa. OOoooo ternyata seperti ini :
Kalo liad pohon ini, sepertinya cukup familiar. Sempat discuss dengan rekan kerja yang saat itu mencicipi buah matoa bersama-sama, pohon itu ternyata juga ditanam di lingkungan tempat aku bekerja. E.e.e.... pengen lagiii

OOoooppss..

Kembali ke teh oolong. Kenapa disebut teh oolong?? searching di wikipedia, menemukan wacana
Teh oolong (Hanzi tradisional: 烏龍; Hanzi Sederhana: 乌龙; pinyin: wūlóng; juga disebut 青茶 qīngchá) adalah sejenis teh Tionghoa. Warnanya bisa dibilang antara hijau dan hitam.
Teh oolong yang diseduh dengan baik memiliki rasa yang pahit, namun meninggalkan rasa sedikit manis setelah diminum. Umumnya teh jenis inilah yang disajikan di restoran-restoran Tionghoa yang menghidangkan dim sum atau masakan Tionghoa lainnya.
Kebanyakan daun teh oolong dihasilkan di provinsi Fujian, juga dihasilkan perkebunan teh di Taiwan. Varian teh oolong yang terkenal contohnya adalah tieguanyin (鐵觀音) yang berasal dari Fujian

Dari sumber www.dearryk.com, menyebutkan:
Teh Oolong adalah teh yang disebut sebagai semi-fermentasi. Tidak bisa disebut sebagai teh hijau ataupun teh hitam, oolong berada ditengah-tengahnya. 
Oolong diambil dari nama orang Cina yaitu Wu Long atau Oolong. Dia adalah orang yang pertama kali menemukan teh oolong secara tidak sengaja, karena saat memetik dauh teh, dia meninggalkan daun tersebut untuk mengejar seekor kijang. Tapi, saat dia kembali, teh itu sudah terfermentasi. 
Legenda lainnya menyebutkan bahwa dalam bahasa Cina, oolong berarti naga hitam atau ular hitam, karena daunnyamirip naga hitam kecil yang tiba-tiba terbangun ketika diseduh. 
Teh oolong berasal dari spesies Camellia Sinensis, pada dasarnya dihasilkan dari jenis daun teh yang sama dengan teh hijau dan teh hitam. Tapi, dalam memproses teh oolong, dauh teh yang telah dipetik dijemur dibawah matahari dalam kondisi tertentu agar terjadi oksidasi. Tapi, hanya dilakukan sampai setengah jalan (semi-fermentasi).

Hal ini justru memberikan manfaat lebih pada teh oolong, bahkan dianggap lebih baik dari jenis fermentasi teh lain. Setelah proses semi-fermentasi, selanjutnya daun teh akan dikeringkan lagi dalam wadah yang panas dan keris lalu terakhir adalah menggulung daun teh untuk menghasilkan aroma tajam ala teh oolong. 
Rasa teh oolong ini katanya sih lumayan unik. Awalnya akan terasa pahit, tapi kemudian akan meninggalkan sedikit rasa manis setelah diminum. Nah, selain punya rasa dan aroma yang enak, khasiat dari teh oolong juga banyak.
1. Kandungan Flavonoid dan unsur antioksidan lainnya yang tinggi dalam teh oolong akan mempercepat metabolisme dalam tubuh. Orang yang mengkonsumsi teh Oolong secara rutin akan mengalami pembakaran kalori lebih cepat, dengan kata lain membantu menurunkan berat badan
2. Teh Oolong juga sangat bermanfaat bila dikonsumsi penderita diabetes. Penelitian oleh Jepang, Taiwan dan Amerika Serikat menunjukan bahwa konsumsi teh Oolong secara teratur dapat menurunkan tingkat plasma glukosa pasien diabetes tipe 2. 
3. Teh Oolong juga punya banyak manfaat lain seperti memperlancar pencernaan, mengangkal radika bebas, memberi efek rileks (mengurangi stres), mengobati sakit kepala, mengontrol kadar kolesterol dan banyak lagi. 


Tak usah bingung gimana menyeduhnya, karena di minimarket sudah tersedia kemasan botolan lhoo..

Teh Oolong punya rasa yang enak, aroma yang sedap serta baik bagi kesehatan tubuh. Jadi, jangan ragu lagi untuk mengkonsumsinya.


***Hehehhe.. padahal yang memposting juga belum pernah mencoba minum teh ini.. :p***

 
 

: : diliecute : : Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates