Monday, 29 June 2015

Lupakan Jasa dan Kebaikan Diri

Semakin kita sering menganggap diri penuh jasa dan penuh kebaikan pada orang lain, apalagi menginginkan orang lain tahu akan jasa dan kebaikan diri kita, lalu berharap agar orang lain menghargai, memuji, dan membalasnya maka semua ini berarti kita sedang membangun penjara untuk diri sendiri dan sedang mempersiapkan diri mengarungi samudera kekecewaan dan sakit hati.

Ketahuilah bahwa semakin banyak kita berharap sesuatu dari selain Allah SWT, maka semakin banyak kita akan mengalami kekecewaan. Karena, tiada sesuatu apapun yang dapat terjadi tanpa ijin Allah. Sesudah mati-matian berharap dihargai makhluk dan Allah tidak menggerakkan orang untuk menghargai, maka hati ini akan terluka dan terkecewakan karena kita terlalu banyak berharap kepada makhluk. Belum lagi kerugian di akhirat karena amal yang dilakukan berarti tidak tulus dan tidak ikhlas, yaitu beramal bukan karena Allah.

Selayaknya kita menyadari bahwa yang namanya jasa atau kebaikan kita terhadap orang lain, sesungguhnya bukanlah kita berjasa melainkan Allah-lah yang berbuat, dan kita dipilih menjadi jalan kebaikan Allah itu berwujud. Sesungguhnya terpilih menjadi jalan saja sudah lebih dari cukup karena andaikata Allah menghendaki kebaikan itu terwujud melalui orang lain maka kita tidak akan mendapat ganjarannya.

Jadi, ketika ada seseorang yang sakit, lalu sembuh berkat usaha seorang dokter. Maka, sebetulnya bukan dokter yang menyembuhkan pasien tersebut, melainkan Allah-lah yang menyembuhkan, dan sang dokter dipilih menjadi jalan. Seharusnya dokter sangat berterima kasih kepada sang pasien karena selain telah menjadi ladang pahala untuk mengamalkan ilmunya, juga telah menjadi jalan rizki dari Allah baginya. Namun, andaikata sang dokter menjadi merasa hebat karena jasanya, serta sangat menuntut penghormatan dan balas jasa yang berlebihan maka selain memperlihatkan kebodohan dan kekurangan imannya juga semakin tampak rendah mutu kepribadiannya (seperti yang kita maklumi orang yang tulus dan rendah hati selalu bernilai tinggi dan penuh pesona). Selain itu, di akhirat nanti niscaya akan termasuk orang yang merugi karena tidak beroleh pahala ganjaran.

Juga, tidak selayaknya seorang ibu menceritakan jasanya mulai dari mengandung, melahirkan, mendidik, membiayai, dan lain-lain semata-mata untuk membuat sang anak merasa berhutang budi. Apalagi jika dilakukan secara emosional dan proporsional kepada anak-anaknya, karena hal tersebut tidak menolong mengangkat wibawa sang ibu bahkan bisa jadi yang terjadi adalah sebaliknya. Karena sesungguhnya sang anak sama sekali tidak memesan untuk dilahirkan oleh ibu, juga semua yang ibunya lakukan itu adalah sudah menjadi kewajiban seorang ibu.

Percayalah bahwa kemuliaan dan kehormatan serta kewibawaan aeorang ibu/bapak justru akan bersinar-sinar seiring dengan ketulusan ibu menjalani tugas ini dengan baik, Insya Allah. Allah-lah yang akan menghujamkan rasa cinta di hati anak-anak dan menuntunnya untuk sanggup berbalas budi.

Seorang guru juga harus bisa menahan diri dari ujub dan merasa berjasa kepada murid-muridnya. Karena memang kewajiban guru untuk mengajar dengan baik dan tulus. Dan memang itulah rizki bagi seseorang yang ditakdirkan menjadi guru. Karena setiap kebaikan yang dilakukan muridnya berkah dari tuntunan sang guru akan menjadi ganjaran tiada terputus dan dapat menjadi bekal penting untuk akhirat. Kita boleh bercerita tentang suka duka dan keutamaan mengajar dengan niat bersyukur bukan ujub dan takabur.

Perlu lebih hati-hati menjaga lintasan hati dan lebih menahan diri andaikata ada salah seorang murid kita yang sukses, jadi orang besar. Biasanya akan sangat gatal untuk mengumumkan kepada siapapun tentang jasanya sebagai gurunya plus kadang dengan bumbu penyedap cerita yang kalau tidak pada tempatnya akan menggelincirkan diri dalam riya dan dosa.

Andaikata ada sebuah mobil yang mogok lalu kita membantu mendorongnya sehingga mesinnya hidup dan bisa jalan dengan baik. Namun ternyata sang supir sama sekali tidak berterima kasih. Jangankan membalas jasa, bahkan menengok ke arah kita pun tidak sama sekali.. andaikata kita merasa kecewa dan dirugikan lalu dilanjutkan dengan acara menggerutu, menyumpahi, lalu menyesali diri plus memaki sang supir. Maka lengkaplah kerugiannya lahir maupun batin. Dan tentu saja amal pun jadi tidak berpahala dalam pandangan Allah karena tidak ikhlas, yaitu hanya berharap balasan dari makhluk.

Seharusnya yang kita yakini sebagai rizki dan keberuntungan kita adalah takdir diri ini diijinkan Allah bisa mendorong mobil. Silahkan bayangkan andaikata ada mobil yang mogok dan kita tidak mengetahuinya atau kita sedang sakit tidak berdaya, niscaya kita tidak mendapat kesempatan beramal dengan mendorong mobil. Atau diri ini sedang sehat perkasa tapi mobil tidak ada yang mogok, lalu kita akan mendorong apa?

Takdir mendorong mobil adalah investasi besar, yakni kalau dilaksanakan penuh dengan ketulusan niscaya Allah yang Maha Melihat akan membalasnya dengan balasan yang mengesankan. Bukankah kita tidak tahu kapan kita akan mendapatkan kesulitan di perjalanan, maka takdir beramal adalah investasi.

Mari kita bersungguh-sungguh untuk terus berbuat amal kebajikan sebanyak mungkin dan sesegera mungkin. Setelah itu mari kita lupakan seakan kita tidak pernah melakukannya, cukuplah Allah yang Maha Melihat saja yang mengetahuinya. Allah SWT pasti menyaksikannya dengan sempurna dan membalasnya dengan balasan yang sangat tepat baik waktu, bentuk, ataupun momentumnya. Salah satu ciri orang yang ikhlas menurut Imam Ali adalah senang menyembunyikan amalannya bagai menyembunyikan aib-aibnya.



Selamat berbahagia bagi siapapun yang paling gemar beramal dan paling cepat melupakan jasa dan kebaikan dirinya, percayalah hidup ini akan jauh lebih nikmat, lebih ringan, dan lebih indah. Insya Allah.***

Be Yourself

Urusan kita dalam kehidupan ini bukanlah mengungguli sesama, melainkan mengungguli diri sendiri, memecahkan rekor kita sendiri, mengungguli hari kemarin dengan hari ini, bekerja dengan semangat lebih besar dari yang sudah-sudah. (Steward B. Johnson)

Suatu hari, Ekor Ular dan Kepala Ular bertengkar. "Hei, Kepala! Kenapa kamu yang selalu ada di depan dan aku hanya mengikutimu dari belakang? Ini tidak adil!" protes Ekor Ular. "Aku punya mata, tentu saja aku yang memimpin untuk maju," kata Kepala Ular. "Jika bukan karena gerakanku, bagaimana kamu bisa maju? Tanpa aku, kamu tidak bisa berbuat apa-apa!" bentak Ekor Ular." "Aku bisa pergi ke mana pun aku suka. Kamu tidak bisa melakukan apa-apa," lanjut Kepala Ular. Ekor Ular marah, ia melilitkan dirinya pada sebuah pohon dengan erat. "Ayo, sekarang bergeraklah jika kamu bisa," ujar Ekor Ular. "Aku akan bergerak tanpa peduli apa yang kamu lakukan," kata Kepala Ular sambil terus bergerak. Kepala Ular menarik dan terus berusaha berjalan dengan kekuatannya. Namun seberapa pun ia telah berusaha, ia tetap tidak dapat bergerak sedikit pun. Akhirnya ia menyerah. "Baiklah, kamu menang! Kamu boleh memimpin untuk maju." Sejak itu, Ekor Ular bergerak memimpin. Namun Ekor Ular tidak punya mata, akibatnya badan ular sering menabrak apapun sehingga badannya berdarah-darah. "Baiklah Kepala, aku menyerah. Kamu saja yang di depan. Ternyata, kita memang punya tugas sendiri-sendiri," ucap Ekor Ular.

Ya, setiap orang memang punya panggilannya masing-masing. Ada yang terpanggil menjadi pemimpin, namun tidak sedikit pula yang dipanggil menjadi orang yang dipimpin. Bila semua orang hanya ingin menjadi atasan, lalu siapa yang akan bertugas membawa minuman, membersihkan ruangan, atau mencari klien di luar? Namun kadang kita tidak mengerti dengan prinsip ini, kita hanya ingin menjadi pimpinan, karena berpikir bahwa menjadi bos itu enak, tidak usah bersusah-susah, diberi fasilitas lengkap, dan gaji yang menjulang. Tapi tahukah kita apa yang menjadi tanggung jawab mereka? Bisakah kita mengambil keputusan yang benar di saat perusahaan sedang genting? Mampukan kita memimpin rapat direksi, mempersentasikan ide-ide kita kepada orang banyak sehingga itu bisa dipakai untuk kemajuan bersama? Kalau mau jujur, kita akan berkata bahwa kita tidak sanggup. Atau kerap kali kita ingin mendapat tugas seperti teman kerja lain, yang selalu bisa keluar kantor untuk melobi ke sana-sini, bisa ke mall setiap saat, bisa menikmati makanan enak dan dibayar oleh perusahaan, sementara kita bosan senantiasa bekerja di belakang meja. Tetapi apakah kita tahu, ternyata teman kita itu justru menginginkan posisi kita, yang dapat bekerja nyaman di ruang ber-AC, tidak perlu menunggu klien yang tidak on time, tidak harus menghadapi macet yang menggila? Kita yang sebagai mata, ingin menjadi seperti ekor, tangan, kaki, kepala. Namun apakah kemampuan kita memadai untuk itu?



Hari ini, berhentilah menginginkan untuk menjadi seperti orang lain. Setiap orang punya masalahnya masing-masing, bahkan memiliki tugas yang berbeda-beda. Jika kita memahami hal ini, maka kita pun akan berhenti melihat kehebatan-kehebatan orang lain, kita tidak akan mau lagi menyimpan rasa diri di hati, bahkan kita tidak akan pernah membanding-bandingkan diri kita dengan yang lain. Mengapa? Karena jika teman, sahabat, rekan kerja, punya kemampuan yang hebat, kita pun memilikinya. Dalam bukunya, Temukan Sweet Spot Anda, Max Lucado menulis, "Jangan kuatir akan keahlian-keahlian yang tidak Anda miliki. Jangan menginginkan kekuatan-kekuatan yang dipunyai orang lain. Anda hanya perlu mengembangkan keunikan Anda. Dan lakukanlah itu untuk membuat perkara besar bagi Tuhan." Ya, yang perlu kita lakukan adalah melihat diri kita lebih dalam, melihat potensi-potensi kita, keunikan kita, hal-hal yang tidak dipunyai kebanyakan orang. Lalu latih dan terus kembangkan sehingga menjadi titik kuat kita. Maka dengan itu kita pun dapat meraih banyak hal dalam hidup ini. Percayalah, Anda tidak akan pernah mengenal potensi terbaik diri Anda sendiri, jika Anda hanya berusaha untuk menjadi seperti orang lain.




Jadi, hari ini buatlah sebuah keputusan, "Saya tidak mau lagi menaruh iri dengan pencapaian orang lain. Karena rasa iri tidak akan membawa kebaikan bagi saya. Iri hati bukan hanya menyakiti orang lain, tapi menyakitiku. Aku tahu ke mana pun aku melangkah, selalu ada saja orang-orang yang lebih hebat, lebih kaya, lebih berhasil, lebih pintar dariku. Jadi, daripada aku membuang energi untuk terus-menerus iri dan membandingkan diri dengan mereka, lebih baik aku memaksimalkan seluruh potensi yang Tuhan beri."

Apakah Saudaraku Rindu Terhadap Bulan Ramadhan?

Perlu kita ketahui bahwa setiap orang muslim sudah seharusnya merindukan ramadhan.
Bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah,jadi apakah kita harus merindukan ramadhan?.

Ada sebuah hadits yang sudah sangat populer bagi kita. “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan”. ( HR. Thabrani dan Baihaqi). Kenapa kita merindukan bulan ramadhan, karena pada bulan ramadhan terdapat berbagai macam keistimewaan yang terdapat di dalamnya:

1. Derajat Taqwa

Qs. Al baqarah(2); 183

Ketika kita berpuasa, melatih kita untuk menjadi orang yang bertaqwa. Karena dengan bertaqwa kita bisa menyelesaikan masalah-masalah yang kita miliki.

Hidup kita penuh dengan berbagai macam masalah, tapi Allah berkata jika seseorang bertaqwa maka Allah akan memberikan berbagai macam kemudahan bagi nya, diantaranya :

Allah akan memberikan jalan keluar dari semua masalahnya Allah akan mencukupkan keperluannya Allah akan memberikan ketenangan jiwa baginya.

2. Bulan Pengampunan

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman & mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun ‘alaihi)

3. Pahala yang Dilipatgandakan

Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan menjadi sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, Allah berfirman, Kecuali, puasa. Puasa itu untuk dan Akulah yang akan membalasnya. Ia tinggalkan nafsu syahwat dan makannya semata-mata karena Aku. Orang yang berpuasa mendapat dua kebahagiaan, ketika berbuka dan ketika berjumpa Rabbnya. Bau mulut orang yang berpuasa disisi Allah lebih wangi daripada bau parfum misik. (HR. Muslim).

4. PintuSurga Dibukakan dan Pintu Neraka Ditutup

Pada bulan ramadhan seluruh pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup, karena pada bulan ramadhan sedikit saja amalan yang kita lakukan maka pahalanya begitu besar.

Pada bulan ramadhan syaitan-syaitan diikat.

“Kalau datang bulan Ramadhan, maka terbuka seluruh pintu surga, tertutup pintu neraka dan setan-setan dibelenggu” (HR. Baihaqi dan Ibnu Khuzaimah)

Namun, jika syetan-syetan diikat mengapa pada bulan ramadhan masih banyak orang-orang yang melakukan maksiat dsb,. Hal tersebut dikarenakan saat di hari biasa kita sering sekali mengetuhankan hawa nafsu, tanpa banyak berfikir panjang, melakukan dosa-dosa kecil, maupun dosa-dosa besar. Sehingga pada bulan ramadhanpun kita lebih banyak menuruti hawa nafsu kita, karena syetan itulah yang sudah melekat pada diri kita/yang berwujud pada diri kita.

5. Terdapat Amalan-amalan yang Istimewa

Rasulullah SAW bersabda,

Rasulullah bersabda : “Setiap amal anak keturunan Adam dilipat gandakan. Setiap satu kebaikan sepuluh lipat gandanya hingga tujuh ratus kali lipat” (HR. Bukhari-Muslim)

6. Dicintai oleh Allah

Orang-orang yang berada dalam bulan ramadhan dicintai oleh Allah.
Hadits qudsi : “Kalau Aku telah mencintai seseorang , Aku menjadi pendengaran untuk telinganya, menjadi penglihatan untuyk matanya, menjadi pegangan untuk tangannya, menjadi langkah untuk kakinya” (HR. Bukhari)

7. Do’a Kita Akan Diijabah

Orang yang sedang berpuasa maka doanya akan mudah diijabah oleh Allah.
Firman Allah : “Tiga doa yang tidak ditolak oleh Allah, orang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan doanya orang yang teraniaya. Allah mengangkat doanya kea wan dan membukakan pintu-pintu langit. Demi kebesaran-Ku engkau pasti Aku tolong meski tidak sekarang” (HR. Ahmad dan Tirmidzi) Firman Allah : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku, katakanlah bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku” (QS. Al Baqarah : 186)

8. Lailatul Qadar

Allah menyatakan dalam firman-Nya : Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhan mereka mengatur segala urusan. Malam itu adalah malam yang penuh dengan kemuliaan sampai terbit fajar” (QS. Al Qodar : 4-5) Di sepuluh hari terakhir ini pula orang melaksanakan I’tikaf dan berharap Lailatul Qodar datang menemui dirinya.

9. Kesehatan

Puasa Ramadan selama 1 bulan penuh maka akan memberikan manfaat untuk kesehatan pencernaan kita semuanya. Kita ketahui bahwasannya organ pencernaan kita juga sangat jarang untuk berhenti beraktifitas. Maka dengan menunaikan ibadah puasa ramadan selama 30 hari ini akan membantu mengistirahatkan organ pencernaan kita serta juga perut dari kelelahan bekerja yang terus menerus dalam 11 bulan, dan juga membantu mengeluarkan sisa makanan dari dalam tubuh, memperkuat badan kita juga yang akan berdampak kepada peningkatan status kesehatan kita tentunya.

10. Pintu Khusus Ar-Royan

“Sesungguhnya di surga itu ada sebuah pintu yang disebut Ar Royyaan yang akan dilewati oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat nanti. Tidak diperbolehkan seseorang melewatinya selain mereka. Ketika dipanggil, mereka akan segera bangkit dan masuk semuanya kemudian ditutup” (HR. Bukhari).

11. Suasana Ramadhan

Saat bulan puasa, kita tentunya banyak bersilaturahmi dengan sanak keluarga dan saudara. Kemudian pada momen puasa lebih berbeda dan istimewa, momen saat-saat menunggu berbuka dan sahur bersama keluarga. Berbagi makanan dengan tetangga, bersedekah dan berbuat amal lain yang membuat bulan ramadhan berbeda dari bulan yang lainnya.

12. Perkataan Berat (Qaulan Tsaqilaa)

Di bulan Ramadhan ditekankan untuk melakukan shalat malam dan tadarus Al Qur’an terutama pada sepertiga malam terakhir. Untuk semaraknya syiar Ramadhan, diperbolehkan shalat malam di sepertiga malam yang pertama dengan berjamaah di masjid yang popular disebut sebagai shalat Tarawih. Orang-orang yang suka melakukan shalat malam wajahnya bakal memancarkan cahaya kewibawaan. Allah juga menganugrahi qaulan tsaqilaa yaitu perkataan-perkataan yang berbobot dan berwibawa. Ucapan-ucapannya selalu mengandung kebenaran dan bernilai tinggi, jauh dari kesan mengobral kata-kata.

13. Zakat Fitrah


Setiap muslim wajib mengeluarkan zakat fitrah untuk mensucikan jiwa. Demikian pula dengan harta yang telah terkumpul selama satu tahun dan telah mencapai nishabnya, maka wajiblah dizakati. Harta dan jiwa yang disucikan ini di akhirat nanti akan dapat menghindarkan diri dari api neraka. Harta yang barokah akan mendatangkan ketenangan, kedamaian dan kesejahteraan. Sebaliknya harta yang tidak barokah akan mengundang kekhawatiran dan ketidaktenangan dalam hidup.


Berpikir Benar, Berpikir Positif


Pikiran positif adalah pikiran yang dapat membangun dan memperkuat kepribadian atau karakter. Ini juga berarti bahwa kita bisa menjadi pribadi yang lebih matang, lebih berani menghadapi tantangan, dan melakukan hal-hal yang hebat.

Pikiran positif tak akan membuat kita berhenti karena keterbatasan atau kelemahan kita, namun pikiran positif justru akan membuat kita mencari kekuatan kita hari demi hari.

Pascal pernah mengutarakan kalimat-kalimat bijak, yang kira-kira bunyinya seperti ini : "Pikiran positif datang dari kepercayaan, pikiran negatif datang dari keragu-raguan; rasa takut yang benar adalah rasa takut yang digabungkan dengan harapan, karena itu lahir dari kepercayaan, serta kita berharap pada Tuhan yang kita yakini; sementara rasa takut yang salah digabungkan dengan keputusasaan, karena kita takut pada Tuhan; beberapa orang takut kehilangan-Nya, sementara yang lain takut mencarinya."



Jadi, kita tak perlu ragu-ragu akan kemampuan kita. Kita harus percaya pada kemampuan kita. Harga diri yang kita miliki seharusnya bisa membuat kita kuat dan terus bersikap positif. Kita juga seharusnya tak pantas untuk menjadikan ‘membuat alasan’ sebagai kebiasaan kita. Sikap seperti ini tak akan bisa membuat kita menjadi pemenang dalam kehidupan ini. Sikap seperti inilah yang akan membunuh ambisi, melemahkan kemauan, dan membahayakan diri kita sendiri.

Orang-orang yang terus menerus dikelilingi oleh ketakutan tak tahu betapa banyaknya pikiran-pikiran negatif yang mempengaruhi mereka tiap harinya. Mereka membatasi diri mereka sendiri dengan sugesti bahwa keterbatasan mereka menghalangi mereka untuk sukses, dan mereka juga percaya bahwa diri mereka tidak berharga. Mereka tidak berpikir bagaimana caranya agar sukses, tapi mereka justru berpikir bagaimana mereka bisa gagal.

Pernahkan Kita mendengar tentang Washington Irving?. Irving adalah seorang sastrawan Amerika yang terkenal dengan karyanya yang berjudul “The Legend of Sleepy Hollow”. Suatu ketika, Washington Irving pernah diminta untuk memimpin suatu cara makan malam untuk kedatangan Charles Dickens, namun dia merasa bimbang dan yakin bahwa dirinya tak akan berhasil. Irving ditunjuk sebagai seorang pemimpin perjamuan, dan akhirnya dia menerima tugas tersebut.

Tapi, Irving terus menerus mengatakan bahwa dia takut jika dia akan gagal. Saat malam perjamuan tiba, Irving membuat pembukaan yang bagus, tapi tiba-tiba dia berhenti dan menutup pembicaraannya. Ketika dia duduk, dia berbisik pada teman di sebelahnya, "Sudah saya bilang, saya pasti gagal…dan itu baru saja terjadi!"

Cara berpikir Irving tersebut adalah alasan mengapa ia gagal. Sekiranya ia berpikir bahwa dia pasti bisa, bukan pasti gagal, maka saya yakin kejadiannya tidak akan seperti itu.

Dalam membangun kebiasaan berpikir positif dengan hanya melihat yang terbaik dalam diri Kita dan orang lain, percaya bahwa Kita mampu melakukan hal-hal besar, perlu ditekankan bahwa pikiran kita memang suatu hal yang akan menentukan keberhasilan kita. Apa yang Kita lakukan kemarin menentukan diri Kita hari ini, dan apa yang Kita lakukan hari ini akan menentukan jadi apa Kita besok.

Coba tanyakan pertanyaan berikut: Apakah Kita mendapat manfaat dari berpikir negatif? Apakah Kita ingin memikirkan sesuatu yang akan menghambat diri Kita untuk melakukan hal-hal hebat? Apakah Kita menginginkan pikiran negatif yang pasti akan membawa ketidakpuasan, kesedihan, dan kegagalan?

Yang jelas yakinkan dengan  pasti bahwa jawaban Kita untuk semua pertanyaan tersebut adalah ‘tidak’. Namun jika Kita tidak waspada, pikiran semacam itu akan menyelundup masuk ke dalam kepala Kita. Cara yang terbaik untuk mencegahnya adalah dengan terus mengisi pikiran Kita dengan pikiran positif, dengan berpikir bahwa Kita adalah bagian dari ciptaan Tuhan yang hebat, yang punya kemungkinan tak terbatas, yang terus tumbuh baik secara mental maupun spiritual, serta terus berjalan menuju keberhasilan.

Memang sulit untuk terus berpikir positif ketika keadaan kita berlawanan dengan mimpi-mimpi kita. Namun, ketika kita membiasakan diri untuk terus berpikir positif, maka kebiasaan tersebut akan menjadi suatu daya tarik bagi kita. Pikiran baik kita lama kelamaan akan menjadi pikiran besar, sehingga kita akan bisa melakukan hal-hal yang kelihatannya mustahil.

Dalam buku digitalnya yang berjudul ”Guaranteed Success Thinking”, Jim Ewards mencontohkan bahwa kebiasaan berpikir kita bisa diibaratkan dengan bagaimana kita merawat sebuah taman. Benih tanaman adalah pikiran kita, dan bagaimana tukang kebun bekerja diibaratkan sebagai tindakan kita.

Kita, sebagai tukang kebun, harus selalu merawat benih yang ditanam dengan baik. Kita harus membersihkan taman dari kotoran, dan menyingkirkan rerumputan liar yang tumbuh. Kasus ini sama seperti pikiran, yaitu kita harus menyingkirkan hal-hal negatif yang ada dalam kepala kita.

Jika kita bisa terus menjaganya, maka suatu saat nanti kita pasti akan mendapat hasil yang kita inginkan, yaitu bunga atau buah yang manis hasil dari kerja keras kita.

Oleh karena itu, Kita tak boleh meremehkan pikiran yang ada dalam kepala Kita sejak Kita bangun tidur. Pikiran positif ketika Kita mengawali hari akan dapat mengubah rasa takut menjadi keberanian. Pikiran tersebut dapat menggerakkan Kita untuk berbuat hal-hal besar.

Berpikir positif sangatlah penting diterapkan dalam hidup, karena pikiran tersebut dapat mempengaruhi Kita untuk melakukan hal-hal yang tepat. Ada banyak orang yang salah mengambil profesi atau bisnis karena mereka tidak berpikir dengan matang dan positif. Mereka tidak bisa membuat pilihan yang tepat bagi hidup mereka.

Sidney Smith pernah berkata : "Jika kita mengibaratkan profesi dalam hidup sebagai lubang di sebuah meja, ada yang bundar, kotak, dan bujur sangkar; dan manusia sebagai potongan kayu yang bentuknya sesuai lubang tersebut, maka pada umumnya kita menemukan bahwa orang-orang yang berbentuk segitiga masuk ke dalam lubang yang kotak, yang bujur sangkar masuk ke lubang segitiga, sementara yang kotak memaksa diri untuk masuk ke lubang yang bundar."

Kalimat Inspiratif

Untuk bisa terus berpikir positif, Kita bisa mencermati kutipan-kutipan atau kalimat-kalimat bijak dan inspiratif dari orang-orang ternama untuk menyegarkan pikiran Kita. Kita bisa melihatnya di situs-situs semacam WikiQuote.org.

Contohnya:

"Mereka bisa menaklukkan apapun yang mereka percaya bisa taklukkan." --John Dryden

"Pengetahuan menjadi pengetahuan sejati bila diperoleh dengan usaha pemikiran, bukan ingatan. " -- Leo Tolstoy

"Mereka yang tak tahu bagaimana melawan kekhawatiran akan mati muda. " -- Alexis Carrel

" Jika Saya memberi Kita satu sen, maka Kita akan menjadi lebih kaya satu sen, dan saya akan lebih miskin satu sen. Tapi jika saya memberi Kita sebuah ide, Kita akan punya ide baru, tapi saya juga masih memilikinya. " -- Albert Einstein

" Orang yang bijaksana berbicara karena ada sesuatu yang harus ia katakan, orang tolol berbicara karena ia harus mengatakan sesuatu. "” – Plato

"Harapan melihat yang tak terlihat mata, merasakan yang tak bisa diraba, dan meraih hal yang tidak mungkin. " -– Charles Caleb Colton

Kalimat-kalimat tersebut akan memberi Kita energi untuk melakukan hal-hal besar. Pikiran Kita yang telah terisi dengan hal-hal positif semacam itu juga akan bisa membangun karakter sekaligus mengubah nasib Kita.

Mengetahui bahwa pikiran kita punya andil besar dalam hidup kita, maka sudah seharusnya kita tidak menyia-nyiakannya.

Fokus Pada Kelebihan

Orang yang berpikir positif akan mempunyai alasan untuk merasa bangga pada diri mereka sendiri, dan mereka akan bisa menjalani hidup dengan lebih bersemangat. Tak ada kekurangan, keterbatasan, kebimbangan, atau rasa takut; karena mereka menjadikannya sebagai kekuatan. Mereka telah terbiasa untuk bersikap selektif dalam berpikir, yaitu menerima pikiran positif dan membuang pikiran negatif.

Seperti yang telah diutarakan diatas, pikiran positif juga dapat membangun karakter. Sebaliknya, pikiran yang negatif akan membawa kehancuran; yang tidak menghasilkan apapun kecuali rasa takut, keputusasaan, dan kegagalan yang sangat menyakitkan. Jika Kita berpikir positif, maka Kita adalah orang optimis yang tidak akan fokus pada keburukan diri sendiri atau pun orang lain.

Bagaimana seseorang bisa menghilangkan pikiran negatif dalam hidupnya? Melakukan afirmasi seperti "Saya tidak takut," "Saya bukan orang lemah," atau "Saya bukan orang gagal." saja tidak cukup. Mengapa? Karena fokus pada hal positif akan lebih konstruktif. Maka, Kita perlu menghindari  penggunaan kata-kata negatif seperti “takut”, “lemah”, dan “gagal”.

Katakan saja "Saya percaya diri," "Saya kuat," "Saya sukses," dan seterusnya.

Lakukan afirmasi seperti ini dengan penuh semangat dan keyakinan. Namun Kita harus ingat, bahwa afirmasi harus diikuti dengan perbuatan nyata. Seseorang bisa saja terus duduk di belakang meja dan terus menekankan bahwa dia adalah orang sukses, tapi jika dia tak melakukan apaapa, pada akhirnya sukses tak akan dapat diraih. Ketika Kita berkata "saya berani," maka Kita harus mendemonstrasikannya dalam kehidupan nyata.

Meyakini dan mempercayai apa yang Kita afirmasikan itu tidaklah cukup, melainkan Kita juga harus mempraktikkannya. Cara lain adalah dengan memfokuskan diri pada potensi Kita. Mulailah dengan membuat penilaian yang jujur tentang kemampuan diri Kita sendiri. Namun, Kita harus fokus pada hal-hal yang bisa Kita lakukan. Jangan fokus pada hal negatif, yaitu kelemahan Kita. Sekali lagi, fokuslah pada apa yang bisa Kita lakukan, fokuslah pada potensi Kita.

Tulisan disini tidak bermaksud agar Kita mengabaikan kelemahan Kita, lho….Sebagai  contoh; Misalnya saja Kita ingin sekali menjadi pemain basket, tapi Kita terlalu pendek. Jika Kita fokus pada kelemahan Kita, yaitu terlalu pendek, maka Kita tidak akan mencoba bermain basket. Tapi jika Kita fokus pada kemampuan Kita, maka Kita akan berusaha. Misalnya saja, Kita bisa fokus pada kemampuan Kita yang bisa berlari dengan cepat, atau stamina Kita bagus.

Jadi, bisakah Kita melihat perbedaannya? Jika Kita hanya memikirkan kelemahan, berarti Kita membiarkan kelemahan tersebut menentukan hasil yang akan Kita dapatkan. Sebaliknya, jika Kita memikirkan kekuatan atau kelebihan, maka diri Kita sendiri lah yang menentukan hasil yang akan Kita dapatkan.
  
Akhir kata, teruslah berpikir positif, karena "keberanian sejati timbul dari kesabaran yang terus-menerus". Marilah kita mengarahkan pikiran kita pada hal-hal besar dan inspiratif. Carilah inspirasi sebanyak-banyaknya, bila perlu jadikan pikiran besar dari orang lain bisa menjadi milik kita, sehingga kita bisa hidup dengan potensi kita yang sebesar-besarnya. 
  

Disadur kembali dari karya Elsa Sakina

RENUNGAN


YA ALLAH! 

Ampuni lah dosa kami yg punya HP, karena kami :


1. Lebih banyak "Mengisi Pulsa" dari pada "Bersedekah"


2. Lebih banyak "Pegang HP" daripada "Pegang TASBIH"


3. Lebih banyak "Baca SMS" daripada "Baca AL QUR'AN"


4. Sering TELEPON tp jarang SILATURAHIM


5. Lebih sering buka "BLUETOOTH" daripada "BERLUTUT SUJUD"


YA ALLAH! ampunilah kami.


Jika beli PULSA Rp 10rb merasa kekecilan, tapi ngisi kotak amal Rp 5rb merasa kebanyakan. 

Menjadi instropeksi diri.

KEBERHASILAN ADALAH BUAH KESABARAN

Jangan terkecoh dengan keberhasilan seseorang. Dibalik kejayaan selalu ada jalan panjang yang berisikan catatan perjuangan dan pengorbanan, keringat dan kepayahan.

Tak ada jalan pintas untuk sebuah kesuksesan. Bila kita terpesona pada kenyamanan yang diberikan oleh kesuksesan, kita bisa lupa dari keharusan untuk berupaya.

Namun, bila kita terkagum pada ketegaran seseorang dalam berusaha, maka kita telah menyerap sebuah energi kekuatan, keberanian dan kesabaran.

Pohon besar mampu menahan terjangan badai karena memiliki batang dan akar yang kokoh. Belasan tahun diperlukan untuk menumbuhkan dan melatih Kekuatan.

Bulan demi bulan, hujan menguatkan jaringan kayunya.
Tahun demi tahun, pohon-pohon besar lain melindungi dari terpaan hujan.


Tak ada hitungan malam untuk mencetak sebongkah batang yang tegar.
Tak ada hitungan siang untuk menumbuhkan akar yang kekar mencengkeram bumi.

Hanya dengan kesabaran kita bisa meraih keberhasilan.


Tumbuhkanlah Kesabaran Bukan Sekedar Kecepatan Meraih Sukses



 

: : diliecute : : Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates