Tuesday, 11 April 2017

Sanah Hilwah Syifa #Latepost




27 Januari 2017
Allaahumma thowwil 'umuuronaa fii thoo'atika wa thoo'ati rosuulika waj'alnaa min 'ibaadikash shoolihiin. Aamiin.

Menyelenggarakan acara syukuran yang punya tema "Tumpeng". Filosofi tumpeng :
Masyarakat di pulau Jawa, Bali dan Madura memiliki kebiasaan membuat tumpeng untuk kenduri atau merayakan suatu peristiwa penting. Meskipun demikian kini hampir seluruh rakyat Indonesia mengenal tumpeng. Falsafah tumpeng berkait erat dengan kondisi geografis Indonesia, terutama pulau Jawa, yang dipenuhi jajaran gunung berapi. Tumpeng berasal dari tradisi purba masyarakat Indonesia yang memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para hyang, atau arwah leluhur (nenek moyang). Setelah masyarakat Jawa menganut dan dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu, nasi yang dicetak berbentuk kerucut dimaksudkan untuk meniru bentuk gunung suci Mahameru, tempat bersemayam dewa-dewi.
Meskipun tradisi tumpeng telah ada jauh sebelum masuknya Islam ke pulau Jawa, tradisi tumpeng pada perkembangannya diadopsi dan dikaitkan dengan filosofi Islam Jawa, dan dianggap sebagai pesan leluhur mengenai permohonan kepada Yang Maha Kuasa. Dalam tradisi kenduri Slametan pada masyarakat Islam tradisional Jawa, tumpeng disajikan dengan sebelumnya digelar pengajian Al Quran. 
Menurut tradisi Islam Jawa, "Tumpeng" merupakan akronim dalam bahasa Jawa : yen metu kudu sing mempeng (bila keluar harus dengan sungguh-sungguh). Lengkapnya, ada satu unit makanan lagi namanya "Buceng", dibuat dari ketan; akronim dari: yen mlebu kudu sing kenceng (bila masuk harus dengan sungguh-sungguh) Sedangkan lauk-pauknya tumpeng, berjumlah 7 macam, angka 7 bahasa Jawa pitu, maksudnya Pitulungan (pertolongan). Tiga kalimat akronim itu, berasal dari sebuah doa dalam surah al Isra' ayat 80: "Ya Tuhan, masukkanlah aku dengan sebenar-benarnya masuk dan keluarkanlah aku dengan sebenar-benarnya keluar serta jadikanlah dari-Mu kekuasaan bagiku yang memberikan pertolongan". Menurut beberapa ahli tafsir, doa ini dibaca Nabi Muhammad SAW waktu akan hijrah keluar dari kota Mekah menuju kota Madinah. Maka bila seseorang berhajatan dengan menyajikan Tumpeng, maksudnya adalah memohon pertolongan kepada Yang Maha Pencipta agar kita dapat memperoleh kebaikan dan terhindar dari keburukan, serta memperoleh kemuliaan yang memberikan pertolongan. Dan itu semua akan kita dapatkan bila kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh.
Tumpeng merupakan bagian penting dalam perayaan kenduri tradisional. Perayaan atau kenduri adalah wujud rasa syukur dan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa atas melimpahnya hasil panen dan berkah lainnya. Karena memiliki nilai rasa syukur dan perayaan, hingga kini tumpeng sering kali berfungsi menjadi kue ulang tahun dalam perayaan pesta ulang tahun. 
Dalam kenduri, syukuran, atau slametan, setelah pembacaan doa, tradisi tak tertulis menganjurkan pucuk tumpeng dipotong dan diberikan kepada orang yang paling penting, paling terhormat, paling dimuliakan, atau yang paling dituakan di antara orang-orang yang hadir. Ini dimaksudkan untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang tersebut. Kemudian semua orang yang hadir diundang untuk bersama-sama menikmati tumpeng tersebut. Dengan tumpeng masyarakat menunjukkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan sekaligus merayakan kebersamaan dan kerukunan.
Sumber : Wikipedia

Alhasil bukan kue ultah yang terpampang, tapi tart puding tumpeng.


Untuk snack dan nasi yang dibagikan berupa tumpeng mini. Gag kefoto, tapi kurleb seperti ini:


Alhamdulillah acara berjalan lancar..

Mencoba Hal Baru 2

Ingin banget mengembangkan olshop (meski masih reseller, belum nyetok sendiri) dengan memakai stiker pengiriman dan nota belanja.
Aseek banget kali ya, keak punya toko sendiri. hihihi
untuk jadi reseller uda kesampaian, tinggal kecepatan order dan modalnya juga siy untuk nalangi pembelanjaannya dulu.
Uda lamaa banget vacum jadi penjual, maklum dulu sering coba-coba ikutan Sophie Martin, Oriflame, tapi saking banyaknya pesaing di tempat ku bekerja, jadi loyo dehh semangatku buat menjajakan jualanku.
Kembali ke usaha awalku dahulu kala, yaitu jualan pulsa. Jualan pulsa ini aweet banget meskipun sering gonta ganti agen. Semoga yang saat ini berjalan, senantiasa langgeng dan cukup banyak bonus, hihi (padahal bonus pun bergantung pada seringnya transaksi dan deposit).


Mencoba Hal Baru 1

Hitung-hitung menambah penghasilan sejak dini, nyoba hal baru yaitu online shop.
Meski olshop masih jadi reseller, tapi dapat katalog produknya asli. 
Reseller pun berhak ngasi watermark ke gambar produk yang akan dijual dengan nama olshop ybs. 
Ingin buat watermark untuk produk kamu?
Caranya pakai aplikasi Add Watermark untuk Android.
Instal aja di hp android kamu. Klik link ini


Cara penggunaannya gampang banget, tinggal add gambar yang akan kamu kasi watermark lalu Simpan. 
Tapi sebelum itu, kamu desain sendiri tulisan (nama olshop). Desain nya mencakup style tulisan, warna, shadow tulisan, rotate. 

yuukk kunjungi ig aku : @diliecute

 

: : diliecute : : Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates