Aku menyangka bahwa diriku “sendirian”. Namun hal ini tidak benar. Karena Allah selalu bersama ku dan melihat serta mendengar setiap perbuatan ataupun perkataan ku. Selain itu ada para saksi yang tidak terlihat di sisiku yang tidak pernah meninggalkanku. Saksi-saksi itu adalah para malaikat yang bertugas mengawasiku, yang mencatat setiap perbuatan.
Sunday, 21 September 2008
MeNggaNtuNg itHu saKiit
Sebuah cinta tanpa kepastian alias menggantung, terasa sakit banget. Maksudnya, benarkah yang terasa ini, saling suka ataukah hanya bertepuk sebelah tangan, inilah yang selalu mengelilingi otak. Jadi teringat lagu milik Teteh Melly Goeslow - ‘Gantung’:
“kau menggantungkan hubungan ini
kau diamkan aku tanpa sebab
maunya apa.. ku harus bagaimana..
sampai kapan kau gantungkan cinta denganku
memberi harapan…..”
Lirik selengkapnya
“kau menggantungkan hubungan ini
kau diamkan aku tanpa sebab
maunya apa.. ku harus bagaimana..
sampai kapan kau gantungkan cinta denganku
memberi harapan…..”
Lirik selengkapnya
Tuesday, 12 August 2008
Sesuatu yang salah
Aku merasakan sesuatu yang benar-benar tak ku duga sebelumnya. Sesuatu itu ku rasakan pada subyek yang tak ku duga pula. Di saat yang tak terduga. Serta di tempat yang tak ku kira. Apa aku benar telah merasakan sesuatu itu? Apa aku salah merasakan sesuatu itu? Entahlah… ku nikmati sesuatu itu dengan penuh suka cita yang menyelimuti, damai yang menghantui, dan tidak lupa pula dikelilingi canda tawa. Namun di tengah jalan asaku, kudapati sesuatu itu makin lama makin hilang dari ku. Tak ada lagi suka cita, tapi duka. Tak ada lagi kedamaian hati, tapi kekisruhan, kegalauan, kegundahan yang selalu mengusik. Tak ada lagi canda tawa, tapi rengekan selalu melingkungi.
Dan saat ini, aku ngefans berat ama lagunya COKELAT dengan judul SALAH…
Dan saat ini, aku ngefans berat ama lagunya COKELAT dengan judul SALAH…
Sunday, 27 July 2008
REVOLUSI KEHIDUPAN
Sejujurnya, salah satu faktor penghalang kemajuan di dalam dunia baru Q yang mungkin saat ini masih menghantui Q adalah berani dan tidaknya aQ menghadapi semua itu. Karena aQ selalu menunjukkan sisi lain yang bukan diri Q sebenarnya, yaitu DIAM. Mungkin aQ udah menceritakan tentang dunia Q yang penuh dengan ke-BISU-an selama aQ hidup dalam dunia baru Q rintis ini.
Ada nasehat (mengutip dari salah satu buku) bahwa “Silence is worse; all truths that are kept silent becomes poisonous” – diam adalah lebih buruk; semua kebenaran yang disembunyikan akan menjadi racun.
Ada nasehat pula (mengutip dari salah satu buku) bahwa “Brave is he who knows fear but conquers fear, who sees the abyss, but with pride” yang memiliki arti bahwa berani adalah mereka yang tahu akan ketakutan, tetapi menaklukkan apa yang menjadi ketakutan itu, mereka yang menyaksikan jurang yang dalam dengan rasa bangga.
Mampukah aQ mengubah karakter Q dari diam menjadi berani dalam suatu kehidupan yang baru Q rintis selama satu tahun ini??
Ada nasehat (mengutip dari salah satu buku) bahwa “Silence is worse; all truths that are kept silent becomes poisonous” – diam adalah lebih buruk; semua kebenaran yang disembunyikan akan menjadi racun.
Ada nasehat pula (mengutip dari salah satu buku) bahwa “Brave is he who knows fear but conquers fear, who sees the abyss, but with pride” yang memiliki arti bahwa berani adalah mereka yang tahu akan ketakutan, tetapi menaklukkan apa yang menjadi ketakutan itu, mereka yang menyaksikan jurang yang dalam dengan rasa bangga.
Mampukah aQ mengubah karakter Q dari diam menjadi berani dalam suatu kehidupan yang baru Q rintis selama satu tahun ini??
TOPENG KEHIDUPAN
Setiap orang membalas tantangan dunianya alias masalah kehidupan masing-masing. Dunia Q berupa tanggungan berbagai kesukaran dan kesedihan yang Q pendam rapat dalam diri Q meskipun sementara itu tawa Q membuat orang lain riang. Dengan sebelah muka aQ tertawa, dengan sebelah lainnya aQ menangis. Bagaimana aQ harus menghadapi semua itu??
SENDIRI
Hampa menjamah Q
Kekosongan terisi dalam kalbu Q
Sendiri mengahantui Q
Kelam menerpa Q
Tak dapat Q gerai bahagia Q
Dengan orang terkasih
So, hanya Tuhan yang mengerti Q
God is the only one who does no grow tired of listening to men.
Kekosongan terisi dalam kalbu Q
Sendiri mengahantui Q
Kelam menerpa Q
Tak dapat Q gerai bahagia Q
Dengan orang terkasih
So, hanya Tuhan yang mengerti Q
God is the only one who does no grow tired of listening to men.