Showing posts with label fiLm. Show all posts
Showing posts with label fiLm. Show all posts

Sunday, 20 April 2014

"ENOUGH" Menggalaukan Hatiku

Akhir-akhir ini, merasa sedikit galau akan event yang tinggal beberapa hari ini terselenggara. Tepatnya kemarin, aku nonton film yang judulnya ENOUGH. Mumpung paki TV kabel jadi tak ada iklan yang memotong, dan lototan mata terus menatap setiap adegan yang tampil.


Memang siy, aku gag nonton dari awal, tapi mala kelamaan nyambung juga,, 
Kalo menurut sinopsis asli, begini ceritanya:
Berawal seorang waitress Slim (Angelina Jolie) yang jatuh cinta ama pembeli Mitch (Billy Campbell), mereka menikah, dan punya satu anak bernama Gracie (Tessa Allen). Slim mengetahui kalo suaminya ternyata punya TTM (Temen Tapi Mesra) dan sejak itu suaminya gemar melakukan kekerasan padanya, karena itu Slim minta cerai. Gak tahan dengan KDRT, Slim nekat melarikan diri bersama anaknya dan dengan dana dari ayah kandung Slim yang kaya raya, Slim merencanakan dengan seksama untuk pembalasan KDRT yang dialaminya. Persiapannya termasuk latihan bela diri dengan seorang Personal Trainer pula. Rencana pembalasan tersebut dilakukan di rumah Mitch dan akhirnya Mitch tewas di tangan istrinya sendiri..
Benar-benar wow bingit nonton ini film, wow akan pertanyaan-pertanyaan yang ada di pikiranku, film ini mungkin juga diangkat dari realita kehidupan kita yang terkadang seperti itu. Awalnya kita mengenal dengan baik satu sama lain pasangan masing-masing, namun lama kelamaan ada kemungkinan untuk berperilaku di luar apa yang kita bayangkan sebelumnya tentang sebuah pernikahan.
Namun semua itu, juga bergantung pada akhlak masing-masing individu. Terutama akhlak seorang pemimpin keluarga.
Kalo mau berpikir positif, tidak semua pernikahan sama seperti yang dipertontonkan film ini. So, jika yakin terhadap akhlak pasangan masing-masing itu baik dan mantab bahwa dia jodohmu, maka jangan takut tuk menikah, Insya Allah.. (bicara pada hati kecil diri sendiri)

Semoga senantiasa dimudahkan..
Aamiin....


Share:

Tuesday, 25 October 2011

Film JOHNNY ENGLISH REBORN



Sinopsis
Selama bertahun-tahun Johnny English (Rowan Atkinson) berada di sebuah biara di Tibet. Johnny memang mengasingkan diri. Tak banyak yang tahu kalau agen rahasia yang sempat gagal menjalankan misinya ini bersembunyi di sebuah kuil dan mengasah keterampilan bela dirinya. Saat tugas negara memanggil, saat itu juga Johnny English siap bertugas kembali.
Informasi yang didapat intelijen menyebutkan kalau ada usaha pembunuhan yang akan dilakukan pada Perdana Menteri China. Kalau usaha ini berhasil maka dunia akan kacau balau. Bisa jadi perang dunia tak akan bisa dihindarkan lagi. Tak ada pilihan yang lebih baik selain mengirim Johnny English untuk mencari tahu siapa dalam usaha pembunuhan ini sekaligus menggagalkannya.
Tanpa disadari, usaha pembunuhan ini melibatkan agen rahasia dari berbagai negara termasuk Amerika Serikat dan Inggris sendiri. Meski berbekal senjata dengan teknologi tinggi namun tetap saja Johnny English harus mengerahkan segala kemampuannya untuk mengungkap konspirasi antar negara ini. Johnny English tak boleh gagal. Reputasinya yang jadi taruhan kali ini.

Review
Soal komedi, Rowan Atkinson rasanya tak perlu lagi belajar. Berhasil mengocok perut penonton lewat serial MR. BEAN adalah bukti nyata. Atkinson memang tak selalu sukses namun kali ini, aktor Inggris ini mendapat naskah yang cukup bagus. Dan dengan arahan sutradara Oliver Parker, humor yang disajikan cukup efektif memancing tawa penonton.

 

Template yang digunakan masih sama dengan dengan bagian pertama dulu, James Bond. Keputusan untuk tidak beralih ke gaya BOURNE patut diacungi jempol karena rasanya Rowan Atkinson justru lebih bisa 'menertawakan' agen rahasia 007 ketimbang Jason Bourne. Tak cuma mengandalkan humor fisik, Atkinson pun menunjukkan kalau secara verbal ia juga piawai memancing tawa.
Kisahnya memang tak beda jauh dengan kebanyakan film James Bond, hanya saja kali ini disajikan dengan cara yang sangat konyol. Dengan alur kisah yang sudah akrab ini, penonton akhirnya bisa lebih berkonsentrasi pada sang karakter utama dan tak perlu mengernyitkan kening untuk memahami alur kisahnya. Yang lebih menarik lagi, Gillian Anderson ternyata berhasil menirukan aksen Inggris dengan baik
Share:

Final Destination 5


Ini adalah versi stabil, diperiksa pada tanggal 20 Oktober 2011. Ada 5 perubahan tertunda menunggu peninjauan.

Poster film Final Destination 5
Sutradara
Steven Quale
Produser
Craig Perry
Penulis
Pemeran
Musik oleh
Brian Tyler
Sinematografi
Brian Pearson
Penyunting
Greg Baxter
Distributor
Tanggal rilis
26 Agustus 2011 (2011-08-26) [1]
Negara
Amerika Serikat
Bahasa
Bahasa Inggris
Prekuel
Final Destination 5 adalah film horor 3D yang disutradarai oleh Steven Quale. Final Destination 5 merupakan bagian dari serial Final Destination. Film ini dibintangi oleh Nicholas D'Agosto dan Emma Bell.

Sinopsis
Beberapa bulan sebelum kecelakaan penerbangan 180. Adalah Sam Lawton (Nicholas D'Agosto) bersama kekasihnya Molly Harper (Emma Bell), dan beberapa penumpang lainnya menaiki bus interline city, RollandCoach Lines dalam acara retreat menuju Vancouver-British Island. Sam mendapatkan penglihatan bahwa sebuah jembatan yang akan ia lewati akan runtuh, selama dalam perjalanan beberapa pertanda juga sudah terbaca dan dirasakan oleh Sam, namun karena Sam tidak mau merusak acara liburannya, dia akhirnya memilih diam dan mengontrol dirinya agar tidak menjadi terlihat bodoh di depan teman-temannya.
Namun apa yang dirasakan oleh Sam benar terjadi. Perasaan buruk yang dialami oleh Sam terbukti saat bus yang mereka tumpangi melewati jembatan gantung North Bay. Jembatan yang masih dalam perbaikan dan pengaspalan itu mulai retak saat seorang pekerja membongkar lapisan aspal sehingga retakan tersebut mengakibatkan jembatan tidak kuat menahan beban mobil yang melintasinya dan membuat baut penahan kabel baja jembatan tersebut perlahan-lahan longgar dan lepas. Saat kejadian, Bus yang ditumpangi Sam dan mobil-mobil lainnya sedang berada diatas jembatan, tanpa disadari salah satu rangka jembatan mulai bengkok dan patah menembus bagian jembatan hingga menggulingkan mobil yang berada tepat dibawah rangka baja tersebut.
Setelah kejadian mengerikan itu, beberapa korban mulai berjatuhan. Saat seluruh pengendara mulai sadar dan panik karena jembatan mulai goyang dan rapuh, keadaan semakin buruk. Semua keluar dari mobil masing-masing dan berlarian menyelamatkan diri namun sayang, hal ini terlambat karena jembatan mulai runtuh sebelum semua pengendara berhasil menyelamatkan diri. Seorang penumpang, Candice Hooper (Ellen Wroe) yang hendaknya akan menyelamatkan diri harus menerima kenyataan dirinya mati mengenaskan saat sebuah dirinya jatuh ke bawah jembatan dan tertusuk tiang besi perahu layar dibawahnya.
Belum lagi saat seorang lelaki, Isaac (P.J. Byrne) yang saat itu sedang berada didalam toilet bis tidak sempat keluar sehingga harus terjun bebas bersama bis yang ia tumpangi. Melihat banyak orang yang terbunuh, seorang gadis bernama Olivia Castle (Jacqueline MacIness Wood) langsung berlari mejauh dari retakan dan meminta bantuan Sam untuk menyebrang ke sisi lain jembatan melewati sebuah baja yang patah, namun naas, baja yang berguna untuk menyangga jembatan malah terlepas sehingga Olivia harus jatuh kedalam laut. Saat itu pula sebuah mobil jatuh dari atas jembatan menimpa dirinya.
Dari situ, keadaan makin parah. Seorang pria, Dennis (David Koechner) yang sedang berlari ke sisi lain jembatan, jatuh terguling namun dapat bertahan karena memegang beton yang lepas, sialnya, sebuah tangki aspal panas tiba-tiba tumpah sehingga menyiram dirinya sampai mati. Seperti tidak cukup korban, kematian 'pun mengejar seorang pria bernama Nathan (Arlen Escaperta). Dirinya meninggal saat sebuah kabel baja berayun menghantam kepalanya. Seluruh jembatan mulai goyang, seorang pria Peter Friedkin (Miles Fisher) yang 'sempat' selamat juga akhirnya mati mengenaskan saat dirinya tertusuk beberapa batang beton yang terlempar dari atas truk yang anjlok. Sam yang saat itu sedang berusaha untuk menyelamatkan diri setelah keluar dari mobil ternyata bernasib sama dengan korban-korban lainnya. Dia meninggal setelah papan gerigi besi yang jatuh dari truk membelah tubuhnya. Molly adalah satu-satunya orang yang selamat dari kejadian itu.

Tokoh dan karakter
Karakter
  • Sam Lewton (Nicholas D'Agosto)
Protagonis film ini. Remaja yang diberikan penglihatan oleh Kematian mengenai bencana di jembatan gantung Lion's Gate. Berlibur dalam acara retreat dari tempat bekerjanya bersama hampir seluruh anggota tur juga kekasihnya, Molly (Emma Bell). Setelah selamat dari kecelakaan tragis yang hampir merenggut nyawanya, ia kembali harus mendapatkan beberapa penglihatan yang menunjukan bagaimana korban yang 'selamat' akan meninggal.
Dalam penglihatannya di atas jembatan, ia meninggal setelah sebuah truk yang membawa papan gerigi besi terperosok sehingga muatannya jatuh menimpa dirinya.
  • Molly Harper (Emma Bell)
Kekasih Sam Lewton. Menjadi salah satu anggota tur retreat bersama seorang teman dekatnya, Olivia Castle (Jacqueline MacInnes Wood). Ia merupakan orang pertama yang ditarik Sam untuk keluar dari bis interline-city yang ditumpanginya bersama seluruh anggota tur. Molly bersama Sam terus menyelidiki dan membaca pertanda yang muncul sehingga mereka dapat kembali mencurangi kematian. Namun usaha mereka sia-sia. Malaikat maut tidak tinggal diam, seluruh korban 'selamat' memang harus menemui ajal-nya masing-masing.
Dalam penglihatan Sam di atas jembatan, Molly adalah satu-satunya orang yang selamat dalam kejadian mengerikan itu.
  • Olivia Castle (Jacqueline MacInnes Wood)
Teman dekat Molly. Sama seperti anggota tur lainnya, Olivia ikut dalam perjalanan ini karena adanya acara retreat yang diadakan di tempat kerjanya. Olivia menjadi orang ke-3 yang meninggal dalam penglihatan Sam. Dalam penglihatan Sam, Olivia terjatuh kedalam laut karena tidak bisa melihat dengan jelas karena kacamatanya terlepas. Setelah dengan "aman" terjun kelaut, Olivia malah tertimpa mobil sedan yang sedang "terjun bebas" dari atas jembatan.
  • Peter Friedkin (Miles Fisher)
Seorang pria yang menjadi panitia acara retreat. Dirinya mempunyai kekasih bernama Candice Hooper, yang tidak lain adalah rekan kerjanya sendiri.
Dalm penglihatan Sam, Peter meninggal setelah ia berhasil melompat dari atas jembatan yang runtuh dan bergelantungan di sebuah pagar besi jembatan yang sudah bengkok. Namun, saat akan menapakan kaki-nya di sisi lain jembatan, beberapa batang baja beton terlempar dari atas truk sehingga menusuk bagian wajah dan tubuhnya.
  • Candice Hooper (Ellen Wroe)
Candice adalah wanita supel dan seorang atlet gymnastic, dia dan Peter adalah sepasang kekasih. Sam dan Molly juga kerabat dekatnya, namun sayang, peringatan yang diberikan oleh Sam diabaikan karena dirinya tidak mau mepercayai hal gila yang dijelaskan oleh Sam hingga akhirnya Candice meninggal dengan cara yang mengenaskan.
Dalam penglihatan Sam, Candice meninggal saat dirinya akan menyelamatkan diri, namun dia terjebak antara separator dengan jalanan yang mulai runtuh sehingga membuat dirinya jatuh. Belum sempat jatuh kedalam lautan, Candice malah tertusuk tiang besi sebuah perahu layar yang 'kebetulan' lewat dibawah jembatan.
  • Isaac (P.J. Byrne)
Menjadi salah satu anggota tur dalam acara retreat. Seorang pria yang jenaka dan dapat membuat orang-orang disekitarnya tertawa.
Dalam penglihatan Sam, ia meninggal karena tidak sempat keluar dari dalam bis, sehingga dirinya ikut jatuh dan terperangkap dalam bus yang segera tenggelam kedalam lautan.
Nathan (Arlen Escaperta) Dia adalah pegawai sebuah pabrik yang ikut dalam rombongan tur retreat. Nathan sama sekali baru mengenal Sam dari kecelakaan tragis yang hampir menimpa dirinya. Nathan sangat berterima kasih kepada Sam karena telah 'menyelamatkan' hidupnya, namun pikiran Nathan 100% salah, dia masih dalam urutan kematian. Dalam penglihatan Sam, Nathan meninggal karena tertabrak sebuah beton penahan jembatan yang lepas dan berayun kearah kepalanya. Nathan mati ditempat saat itu juga.
Dennis (David Koechner) Dia adalah seorang bos besar sekaligus atasan dari Nathan dan Peter. Selain cenderung agak keras kepala, dia juga menolak mempercayai apa yang dikatakan oleh Sam. Dalam penglihatan Sam, ia meninggal karena sebuah tangki aspal panas tumpah menyiram badannya hingga hangus akibat benturan dari jalanan yang tiba-tiba patah.

Kematian
  • Rancangan Asli
Rancangan kematian yang asli dalam kecelakaan di jembatan gantung Lion's Gate adalah sebagai berikut: Candice, Isaac, Olivia, Nathan, Dennis, Peter, Sam.
  • Kematian Misterius
Candice: Tewas karena jatuh dari tempat berayun.
Awalnya Candice merasa gagal dalam atraksinya. Tapi, Peter mensupportnya dan berjanji akan menyaksikan aksi Candice. Setelah merasa cukup baikan, akhirnya Candice mulai melakukan atraksinya di atas papan balok. Ia bergerak kesana kemari tanpa menyadari ada mur di papan balok itu. Mur itu berasal dari penutup AC. Tapi, beruntung Candice tak menginjakkan kakinya di mur itu. Kemudian ia dipanggil oleh pelatihnya. saat hendak mendekati pelatihnya, ia mengambil handuk dan meletakkannya di lantai kemudian ia menginjak handuk tersebut. Dan sekali lagi, tanpa ia sadari, ada air dibawah handuknya itu. Dan air itu terkena kabel yang tertutup rapat. Pelatih meminta Candice untuk menunjukkan aksinya. Saat sedang berayun-ayun di tempatnya, salah satu temannya bermain di papan balok dan menginjak mur tadi. menyebabkan temannya tadi oleng dan tanpa sengaja menumpahkan seember tepung yang menyebabkan Candice melepaskan pegangannya dan akhirnya jatuh dengan posisi dan kematian yang mengenaskan.
Isaac: Tewas karena benturan keras.
Beberapa hari setelah tragedi Lion's Gate, Isaac mencoba untuk memanjakan dirinya dengan mendatangi sebuah tempat akupunktur. Isaac sudah beberapa kali diperingati oleh Sam akan bahaya yang mengincarnya, namun karena tidak mau mempercayai akan hal itu, Isaac tetap saja berkeliaran tanpa memperhatikan keadaan sekelilingnya. Saat dia sudah berbaring di sebuah ranjang pinjat dan menikmatinya, seorang pelayan, seorang wanita paruh baya langsung menusukan beberapa jarum akupunktur ke tubuh Isaac sehingga dirinya terlelap untuk beberapa saat. Saat dia tersadar dari tidurnya, baut penahan ranjang tiba-tiba saja lepas mengakibatkan ranjang runtuh dan Isaac 'pun terjatuh sehingga jarum-jarum tadi dengan segera menancap di tubuh Isaac. Ranjang yang runtuh tadi menyenggol sebuah jerigen alkohol dan menjatuhkan lilin aroma terapi yang ada di meja. Api 'pun dengan segera menyambar alkohol yang sudah menguap tadi. Isaac yang masih kesakitan dengan segera bangun dan mundur ke belakang. Sial baginya, saat dirinya harus terjatuh dan membuat sebuah patung buda yang terbuat dari batu jatuh menghancurkan kepalanya.
Olivia: Tewas karena jatuh dari lantai Spesialis Mata.
Olivia hendak melakukan operasi laser pada matanya. Pada saat dokter memasang penjepit kepala, Olivia merasa tegang dan takut karena ia tak bisa menggerakkan kepalanya dengan bebas. bahkan matanya diberi penyangga dengan tujuan tak mengganggu kegiatan operasi lasernya Ia hanya bisa menggenggam erat boneka dan tanpa ia sadari ia membuat mata boneka itu terlepas dari tempatnya. Karena ada urusan,dokter meninggalkan Olivia. Di tempat lain, galon berisi air mengeluarkan gelembung sehingga menyebabkan barang yang ada di atas galon air jatuh dan membuat aliran listrik jadi konslet. Olivia yang masih merasa ketakutan berusaha meraih sesuatu untuk bisa melepaskan penjepit kepalanya. namun sialnya, barang yang diraihnya itu jatuh dan membuat sinar X menyerang matanya yang disangga tadi. Olivia menjerit dan berusaha untuk menutupi matanya dengan tangannya. namun, tangan Olivia yang akhirnya menjadi korban sinar X itu. saat Sam dan Molly datang, Olivia berhasil melepas penyangga matanya dan penjepit kepalanya. namun sial lagi-lagi menghampiri Olivia. Heelsnya menginjak mata boneka sehingga membuatnya terjatuh dan tubuhnya menabrak mobil yang terparkir. dan ada satu bola mata Olivia yang terlepas dan menggelinding di tengah jalan. tiba-tiba ada mobil melaju kencang melindas mata Olivia yang terlepas tadi.
Seharusnya ia tewas saat bertengkar dengan salah satu pekerja di pabrik. namun, ia selamat karena pekerja pabrik itu mendorong Nathan. dan pekerja pabrik itulah yang akhirnya tewas terbunuh karena kepalanya menyangkut di pengait mesin. dengan kata lain, Nathan berhasil mengecoh kematian meskipun dia sendiri tak menyadarinya.Akhirnya Nathan mati karena Mesin Pesawat yang jatuh dan menghancurkannya
Dennis: Tewas karena terkena lemparan benda keras.
lokasi tetap di pabrik. saat mendengar Nathan selamat dari insiden tadi, Sam, Molly, Peter dan Dennis datang. Molly bertanya pada Sam, "siapa selanjutnya?" namun belum sempat Sam menjawab, sebuah benda keras berukuran besar tersenggol kipas yang berputar. membuat benda keras itu terlempar dan tepat mengenai kepala Dennis. dan setelah itu, Sam baru menjawab, "Dennis! Ya... Dennis selanjutnya!" seharusnya benda itu mengenai kepala Nathan. tapi, sekai lagi... Nathan berhasil menghindarinya.
Peter: Tewas karena tertusuk.
Sam yang merasa dirinya sudah berada diambang kematian menjadi overprotektif pada dirinya sendiri. Saat Sam dan Molly melakukan makan malam di tempatnya bekerja(di restoran, red), ia melihat Peter yang ingin masuk ke dalam restoran. Sam akhirnya mengizinkan Peter masuk. Peter bercerita ingin membunuh seseorang untuk membuat dirinya selamat dengan cara mendorong seorang wanita yang hendak menyebrang. namun ia tak melakukannya karena ia merasa tak adil jika harus membunuh orang demi keselamatannya sendiri. Peterpun akhirnya menodongkan pistol ke arah Molly. tentu itu membuat Sam dan Molly terkejut. Sam mendorong meja ke arah Peter. Namun Peter masih terobsesi untuk membunuh Molly karena ia merasa mengapa Molly harus hidup dalam bayangan Sam dan mengapa bukan Candice. akhirnya Sam dan Peter bertengkar dan Peter berhasil membuat Sam pingsan. sementara itu Molly bersembunyi. tiba-tiba seseorang datang. dia adalah Agent Block, seseorang yang seharusnya menangani Peter. dan ketika Molly bercerita tiba-tiba Agent Block tertembak. dan penembaknya adalah Peter. Molly berkata, "hidupmu sudah aman sekarang!" tapi Peter berkata, "tapi kau sudah menyaksikan pembunuhan seorang agent..." Peterpun menembakkan pelurunya tapi sialnya tak mengenai Molly karena gadis itu sudah kabur. Sam menyerang balik Peter ketika Peter mengejar mantan kekasihnya itu. Pistol Peterpun terlempar ke kompor yang sebelumnya sudah dinyalakan oleh Peter. Namun, ketika Sam dalam posisi terjepit, Molly datang danmenyerang Peter. Melihat Molly terjepit, akhirnya Sam menusukkan alat semacam pisau panjang yang berjumlah cukup banyak ke tubuh Peter. Sam dan Molly akhirnya berpelukan. tanpa mereka sadari pistol yang terlempar tadi memanas akibat terbakar dan akhirnya meletup. seharusnya peluru itu mengenai Sam, tapi pada akhirnya tak mengenai Sam dan pistol terlempar menjauhi Sam. sam berkata, "hidupku sekarang aman!"
Molly: Tewas karena tertabrak sayap pesawat.
akhirnya Sam dan Molly memutuskan untuk ke Perancis dengan nomor penerbangan 180. saat sedang meletakkan barang-barangnya di loker pesawat, Sam melihat dua anak bertengkar dan akhirnya dibawa keluar dari pesawat(dua anak itu adalah Alex dan Carter, lakon FINAL DESTINATION 1). setelah mereka berdua dan beberapa anak keluar dari pesawat, akhirnya pesawatpun lepas landas. saat Sam mendengarkan lagu dari earphoneny, tanpa sengaja ia tertusuk benda tajam(persis firasat Alex). dan ia melihat sebuah pertanda-pertanda lainnya yang meyakinkan dia kalau ia dan Molly dalam keadaan bahaya. tiba-tiba ada api menyembur dari salah satu sayap depan pesawat. Dan tiba-tiba ada barang yang menghantam kaca pesawat sebelah tempat duduk Molly membuat Molly ikut terlempar keluar dan menabrak sayap belakang pesawat.
Sam: Tewas karena terbakar.
Setelah gagal menyelamatkan Molly, Sam kembali pada posisinya dan tiba-tiba api menyembur keluar dari dalam pesawat dan berhasil memanggang tubuh Sam dn penumpang lainnya(persis di bayangan kematian Alex yang dilihat oleh Alex sendiri).
Nathan yang harusnya hidup ternyata mati karena saat ia sedang mengenang pekerja pabrik yang menyelamatkannya di sebuah cafe. Ia mati karena cafe beserta dirinya kejatuhan pesawat yang ditumpangi Sam dan Molly.


Terbunuh
saat marah-marah dengan Nathan dia tidak tahu kalau pengait besi yang korslet menuju ke arahnya dan akhirnya tidak sengaja Nathan Mendorongnya sehinnga Nathan "membunuh" nya
Agen Block: Tewas Karena Tertembak saat peter mengejar Molly yang bersembunyi dikagetkan kedatangan Agen Block saat ingin menjelaskan Agen Block tertembak dari belakng oleh Peter sehinnga Peter "Mengambil Hidup" Agen Block
Share:

Wednesday, 11 May 2011

Purple Love Movie

Film_purple_love

Sebuah film terbaru yang mempunyai genre drama ramance kini akan hadir menemani anda di bioskop kesayangan indonesia, anda pasti kaget karena bintang dalam film ini adalah pasha dan personil ungu yang sangat terkenal itu.

Dalam film purple love di bintangi oleh Pasha, Nirina Zubir, Oncy, Kirana Larasati, Makki, Enda Rowman, Henidar Amroe, Qory Sandioriva, Djenar Maesa Ayu, Untuk bagian Sutradara Guntur Soeharjanto, dan sebagai penulis Cassandra Massardi, di bawah ini adalah cerita film purple love :

Malam itu seharusnya menjadi malam paling indah dalam hidup PASHA. Bersama sahabat-sahabatnya, MAKKI, ONCI, ROWMAN dan ENDA, Pasha sudah merencanakan untuk melamar kekasihnya LISA (Qory Sandioriva). Namun ternyata, di hari yang sama juga, Lisa memutuskan hubungan karena memilih untuk bersama laki-laki lain. Pasha pun shock dan patah hati. Makki pun mempunyai ide untuk menghubungi sebuah agency yang bekerja untuk mengembalikan motivasi orang. Agency ini dimiliki oleh TALITA (Nirina Zubir), seorang gadis cantik yang eksentrik. Talita menyanggupi untuk mengembalikan Pasha kembali seperti dulu. Ia pun dengan berbagai caranya yang unik berhasil membuat Pasha mau bangkit, tapi tetap saja tidak bisa menyembuhkan patah hati Pasha. Akhirnya Talita berkesimpulan, Pasha baru akan bisa sembuh total kalau berhasil menemukan cinta yang baru. Talita pun menjodohkan Pasha dengan kliennya yang lain, SHELLY (Kirana Larasati), seorang gadis lucu naif dan sangat romantis.

Tapi ternyata nasib berkata lain. Shelly justru jatuh cinta dengan ONCI, dan Onci juga merasakan hal yang sama. Merasa tidak enak dengan Pasha dan teman-temannya, Onci dan Shelly pun backstreet. Talita pun kebingungan saat Shelly menyatakan tidak mau dijodohkan dengan Pasha. Maksud hanya ingin menghibur Pasha, Talita menyadari kalau ia sebetulnya mencintai Pasha. Pasha sendiri, yang tidak tahu kalau selama ini Talita menjalankan tugas dari teman-temannya, betul-betul mulai merasa jatuh cinta dengan Talita.

Pasha pun melamar Talita. Semua sepertinya berjalan sempurna untuk Talita. Akhirnya ia bisa mendapatkan cinta sejati. Namun semua berubah saat Lisa kembali untuk Pasha. Sepertinya tugas Talita, yaitu mengembalikan kebahagiaan Pasha dengan memberinya cinta akan bisa diselesaikan dengan kembalinya Lisa.

Share:

Bad Guy episode 17

Jae In dan Tae Sung berpencar mencari Gun Wook di sekitar RSJ. Tae Sung mencarinya di halaman luar di tengah hujan dan Jae in di sepanjang selasar dan lorong RSJ. Diantara para pasien. Tapi nihil, Gun Wook tidak ada diantara mereka.

Ny. Shin masuk ke kantornya dan mendapat telp dari orang suruhannya. Shim Gun Wook menghilang. Ny. Shin berusaha menyalakan lampu tapi sepertinya lampu di gedung itu mati karena petir. Ny. Shin masuk dan ketika kilat menyambar, cahayanya menerpa kursi putarnya. Ny. Shin melihat ada sesosok pria duduk membelakanginya dan ia terperanjat, itu Shim Gun Wook!
Ny. Shin antara takut dan marah, lalu ia memberanikan diri mendekati kursi itu dan memutarnya. Ternyata kosong! What?

Ny. Shin kaget dan ia melihat Gun Wook berjalan menjauh. Berhenti!! kata Ny. Shin dan ia meraih lengan Gun wook, Shim Gun Wook...Lalu tiba-tiba lenyap (sudah semakin aneh saja). Kemudian terdengar rekaman suara Ny. Shin : Apa kau pikir aku akan membiarkan orang yang mencari perkara denganku? ...dst (rekaman ketika Ny. Shin menyuruh Kim membunuh Gun Wook). Ny. Shin ketakutan, dan ia melihat sekeliling ruangan-nya dan berteriak :

"Apa kau pikir aku takut? Kau juga, seperti orang tuamu 20 tahun lalu, harus dilenyapkan Shim Gun Wook. Keluar!!" Shim Gun Wook keluar!!! KELUAR!!!

Ny. Shin mencari sumber suara dan mengacak lacinya, lalu menemukan rekaman-nya.

Jae In dan Tae sung gagal menemukan Gun Wook. Gwak menelepon Jae In, dan Jae in berkata aku ke RSJ tapi Gun Wook menghilang.

Kemudian seseorang masuk ke apartemen Gun Wook.

Tae Sung mengantar Jae In ke apartemen Gun Wook, menolak untuk masuk dan tidak ingin bertemu Gun Wook lagi (Tae Sung memang tidak ketemu Gun Wook lagi selamanya, jadi ice-cream date itu yang terakhir.) dan ia sadar Jae In tidak mencintainya, jadi Tae sung meyakinkan Jae In kalau dia tidak akan menemui Jae In lagi. Aku memutuskanmu, kata Tae Sung. Cepat sana pergi, Shim Gun Wook membutuhkanmu.

Jae In lalu beranjak tapi ia menoleh lagi, Terima Kasih Tae Sung. Jae In pergi. Tae Sung terlihat terluka tapi ia akhirnya tersenyum dan masuk mobil. Hanya...makanan Jae in ternyata ketinggalan di mobilnya. (asyik....)

Jae In masuk ke apartemen Gun Wook, berharap menemukan pria itu tapi bukan Gun Wook yang ia temui. Tae Ra ada di depan Wall-of-crime-nya Gun Wook.
Tae Ra : Apa ini?
Jae In : Kalau kau bertemu Gun Wook, tanyakan sendiri.
Tae Ra kaget : Apa dia masih hidup?

Jae In membenarkan, hanya kondisinya tidak baik, ia bahkan tidak mengenaliku.
Tae Ra berkata kalian berdua, sepertinya jauh lebih dekat dari yang kupikirkan. Dan apa ini semua, Gun Wook mendekatiku dan kau mendekati Tae sung, apa kalian berdua sudah merencanakan semua ini, untuk menjebak keluargaku?

Jae In : Kau hanya marah karena merasa dikibuli kan? Tapi bagaimana dengan Gun wook, bagaimana dengan lukanya?
Tae Ra : Untuk orang yang akan menikah dengan Tae sung..
Jae In : Aku putus dengan Tae Sung.

Tae Ra terkejut dan dengan sinis berkata, jadi karena Tae sung bukan putra kandung ayahku maka keinginanmu untuk menikahinya juga lenyap?
Jae In baru tahu itu dan ia heran, Tae sung bukan anak presiden Hong? Tae Ra : Tae sung sendirian sekarang. Apa kau tidak mempertimbangkan perasaan Tae sung?
Jae In : Ada orang yang jauh lebih penting bagiku sekarang, aku tidak peduli bagaimana posisi Tae Sung lagi.

Lalu Gwak menelepon Jae In dan berkata mereka memindahkan Gun Wook ke RS lain. Jae in merasa lega. Tae Ra mendengarkan percakapan itu dengan wajah cemburu.

Sementara itu, Tae sung makan sendirian, ia menikmati masakan Jae In dan bergumam : Aku pikir rasanya tidak enak. (iklan Tupperware dulu hehe..tapi memang bagus sih lunch box-nya Jae in, ah dasar ibu2 tea..)

Detektif Gwak dan Lee masih di kamar RS Gun Wook dan Gwak melihat kamera kecil ditempel di speaker. Suster masuk dan menyerahkan amplop pada Gwak, detektif, saya lupa, penjaga Gun Wook pesan untuk memberikan ini pada Anda. setelah dibuka ternyata isinya rekaman.
Gwak : Detektif Lee..
Lee : Ya Pak
Gwak : Buat surat penahanan.
Lee : Untuk siapa?

Kedua detektif menunggu Ny. Shin : Nyonya, anda ditahan dengan tuduhan pembunuhan.

Ny. Shin ada di ruang pemeriksaan bersama Gwak. Tentu saja Ny. Shin kita tidak mau menjawab apapun pertanyaan Gwak. Tunggu Pengacaraku. Gwak juga kesal dan mengajukan pertanyaan : Shin Myung Won-sshi, sebutkan nama anda!
Ny. Shin mendengus, kau sudah tahu tapi masih tanya. Gwak : Ini untuk membuat BAP! Lalu pengacara Ny. Shin datang.

Tae Ra menunggu di luar dan mengamati ibunya. Pengacaranya keluar dan berkata pada Tae Ra kalau kondisinya tidak bagus. Mereka punya bukti yang memberatkan Ny. Shin.

Tae Sung masuk dan ia kaget mendengar kalau Ny. Shin mencoba membunuh Gun Wook. Tae sung tahu kalau Gun Wook punya bukti untuk mendakwa Ny. Shin, dan ini mengesalkan Tae sung. Aku harus bertemu si brengsek itu.

Won In mencoba jam pemberian Tae Sung dan mengaguminya. Kakaknya berkata ia akan mengembalikan jam itu, simpan kembali. Won In protes, apa tidak sayang? Tapi Jae In tidak mempedulikannya.

Partner Gun Wook dan Sekretaris Kim bertemu, mereka memiliki semua data tentang Ny. Shin. Keduanya ternyata kerja sama.

Partner Gun Wook berkata : Gun Wook sangat terkejut ketika tahu kalau Tae sung juga korban sama seperti dirinya. Ny. Shin ini ..bagaimana ia bisa menyimpan rahasia selama itu. Bagaimana satu orang saja bisa menyebabkan penderitaan banyak orang.

Kemudian...Shim Gun Wook, sehat dan waras, jalan masuk ke apartemennya. Bagaimana orang jalan bisa sedemikian menarik? hahahaha...
Melepas jasnya dan membantingnya di meja, minum air dan langsung masuk ke ruang "kerjanya"

Tae Sung berlari naik ke apartemen Gun Wook dan menggedor-gedor pintu apartemen-nya, Shim Gun Wook! buka! Kau puas sekarang? Buka! Apa ini karena kau sudah diusir keluar?

Gun Wook tidak mempedulikan Tae Sung dan di dalam, ia asyik dengan urusan-nya sendiri, membakar semua filenya di wall-of-crime itu. Dengan pemantik wasiatnya. (misteri pemantik Shim Gun Wook)

Suara Gun Wook : Bahkan hidup yang kau benci saat ini-pun adalah suatu kebohongan. Rasa sakit yang kau akibatkan dengan hidup sembrono tidak akan hilang. Apakah itu tidak adil? Itu tidak bisa diapa-apakan lagi. Itu kau dan itu aku.

Persidangan Ny. Shin.

Jaksa : Apakah terdakwa memerintah agar Shim Gun Wook dibunuh?
Ny. Shin menyangkalnya. Mengapa aku harus membunuhnya? Aku tidak kurang apa-apa dan dia pernah menjadi anak-ku.

Jaksa memberikan bukti rekaman pembicaraan Ny. Shin dengan Sekretaris Kim, ketika menyuruh membunuh Gun Wook. Kalau seharusnya Sekretaris Kim melakukannya 20 tahun lalu dan kalau ia bukan orang yang sabar.
Jaksa : Apakah ini suara terdakwa?
Ny. Shin : Iya benar. (wah enak bener langsung ngaku, kalau di Indonesia kan harus di proses dulu, frekuensi suaranya matching ngga, padahal jelas2 itu suara-nya) Tapi itu tidak membuktikan apapun, aku tidak pernah berkata menyuruh membunuh Shim Gun Wook. Kadang seseorang yang emosi berkata sesuatu yang tidak masuk akal, misalnya ketika aku berkata aku ingin dia mati bukan berarti dia harus benar2 dibunuh. Ny. Shin benar2 lihai.

Ny. Shin bahkan tetap tenang ketika Sekretaris Kim juga memberikan kesaksian yang memberatkannya, dan berkata setelah ia menerima perintah, ia memperingatkan Gun Wook tentang rencana Ny. Shin.

Kemudian Jaksa mengajukan satu saksi lagi, yaitu pembunuh bayaran yang disewa Ny. Shin. Yang mengaku diperintah Ny. Shin untuk membunuh Gun Wook.

Ny. Shin meledak, Kapan aku mengatakan itu? Mereka semua sudah menjebakku, aku bahkan tidak mengenal orang itu!!

Jaksa mengajukan bukti lagi. Kali ini rekaman video, ternyata itu rekaman selama Ny. Shin ketakutan sendiri di kantornya dan berkata : Kau juga, seperti kedua orang tuamu 20 tahu lalu, harus disingkirkan, Shim Gun Wook! Ny. Shin teriak, aku tidak membunuh siapapun!

Ny. Shin diminta mengatakan kata2 terakhirnya, ia berkata akan menahan semua ini. Aku tidak punya alasan untuk membunuh orang yang pernah kuanggap sebagai anak.

Jae In tidak tahan dan murka, pembohong! Kau sudah menghancurkan kehidupan Gun Wook dan menghabisi keluarganya! Semua terperanjat melihat emosi Jae In yang tidak terkendali dan penjaga harus menyeretnya keluar dari ruang sidang.

Jae In keluar dan menuruni tangga, Gwak menyusulnya. Dan memberikan rekaman yang berisi bukti dengan menambahkan, ada juga pesan tambahan untukmu. Lalu ia pergi.

Jae In menyalakan rekaman itu dan terdengar suara Gun Wook : Moon Jae In, apa kau mendengarnya? Ini adalah kebenaran dari dunia yang kau inginkan. Apa yang akan kau lakukan sekarang? Kau pilih. Aku akan selalu ada di tempat yang sama.

Ny. Shin akhirnya terbukti bersalah dan diikat bersama para tahanan lain untuk dikirim ke penjara. Ia ada di barisan paling belakang. Manager Uhm mengikutinya. Shim Gun Wook juga ada di sekitar situ untuk melihat Ny. Shin. Ny. Shin berhenti dan memanggil Gun Wook : Hong Tae Sung!

Gun Wook tertegun : hmm?

Ny. Shin : Apa kau bertemu Presiden Hong ? Apa ia memanggilmu Tae Sung? Bagaimana perasaanmu sudah membuat orang jatuh pingsan tanpa tahu kalau orang itu adalah ayahmu sendiri?

Gun Wook terperanjat.
Penjaga meminta Ny. Shin untuk segera pergi. Lepaskan! kata Ny. Shin, aku akan mengatakan ini sebelum pergi.

Ny. Shin : Bagaimana perasaanmu setelah membunuh kakak kandungmu sendiri, membuat ayahmu lumpuh dan mempermainkan adik perempuanmu? Pada akhirnya kau kehilangan segalanya karena dirimu sendiri. Aku membuang yang asli dan membawa masuk yang palsu. Aku menang.

Tae Ra tiba dan mendengar kata2 ibunya, ia shock.

Ny. Shin dibawa pergi dan bis tahanan itu berlalu. Manager Uhm melihat ke arah Gun Wook dan berkata Tuan Muda, saya minta maaf karena terlambat mengatakan ini pada anda.

Gun Wook : Aku dengar ada orang yang menemuiku di RS sebenarnya...
Tae Ra juga mendekat dan tanya, apa sebenarnya yang terjadi...

Gun Wook terpukul sekali dan shock. Ia pulang dan terduduk di lantai lemas.

Gun Wook akhirnya menemui Tuan Hong. Perlahan jalan mendekati ayahnya yang duduk di kursi roda. Teringat ketika kecil, ayahnya sangat menyayanginya, pertemuan mereka ketika ia masuk Haeshin, waktu itu ayahnya berkata ini pertemuan pertama kita, tapi entah mengapa kau seperti familiar bagiku.

Gun Wook berlutut, meraih tangan Tuan hong dan menangis tersedu-sedu. Gun Wook tidak bisa berkata apa-apa. Tuan Hong hanya tersenyum lembut, ia memandang Gun Wook dengan pandangan sayang.

Sekretaris Kim dan Manager Uhm duduk. Uhm tanya sejak kapan sekretaris Kim tahu ini semua. Kim menjelaskan, Ibu kandung Gun Wook bernama Choi Yeun, dia bekerja di bagian informasi Haeshin. Itulah mengapa aku yakin kalau Gun Wook benar anak Presiden Hong, ketika mereka berkata kalau Gun Wook bukan anak mereka, aku merasa aneh.

Kim : Aku sudah menutupi semua kesalahan Ny. Shin dan bersedia masuk penjara karenanya, tapi ketika dipenjara, istriku sakit. Tapi Ny. Shin tidak peduli padanya. Sehingga istriku meninggal. Itulah mengapa aku membela Gun Wook dan mengurus makam kedua orang tuanya.

Uhm juga berkata aku juga tidak melakukan yang lebih baik.

Tae sung memberikan surat pengunduran diri pada Tae Ra. Tae Ra menolaknya, aku sekarang bisa melindungimu dan juga Haeshin. Tae sung berkata aku juga ingin jadi orang yang bisa melindungi seseorang dan kalau aku harus kembali ke Haeshin, aku akan melakukannya karena kemampuanku sendiri.

Tae sung berkata setengah bercanda, kalau aku tahu akan seperti ini akhirnya, paling tidak waktu itu aku harus lulus kuliah ketika ayah membiayaiku. Tae Ra tersenyum.

Tae sung yang juga sudah tahu kalau Gun Wook adalah Tae sung yang asli berkata, apa kau tahu satu hal yang membuatku lega?
Tae Ra : apa?
Tae sung : Kalau dipikir-pikir, kalian tidak ada hubungan darah, kalian bukan kakak-adik kandung, jadi jangan terlalu keras dengan dirimu sendiri.

Tae Ra tersenyum lembut lalu tanya, apa aku boleh memelukmu? Tae Sung tidak keberatan. Tae Ra bangkit dan memeluk adiknya itu.

Jae In mengajak Won In ke rumah makan kak Jang dan bertemu dengan kedua detektif yang juga sedang menikmati makan siang. Ke-empatnya bergabung.

Karena perkataan Tae sung, Tae Ra pergi ke apartemen Gun Wook. Tae Ra melihat Gun Wook duduk bersandar di tiang. Tae Ra berkata ini terakhir kalinya aku memanggilmu Shim Gun Wook. Ada banyak hal yang harus kita selesaikan.
Gun Wook menoleh tapi diam saja. Ia sangat terpukul.

Tae Ra melanjutkan, ia tidak pernah menyesal telah bertemu dengan Gun Wook, Tae Ra tahu kalau Gun wook main2 dengan Mo Ne, tapi ia juga bisa merasakan kalau Gun Wook tulus kepadanya. Dan Tae Ra tidak bisa melawan rasa tertariknya pada Gun Wook.

Gun Wook terjatuh ke lantai, Tae Ra langsung lari menolongnya.

Ketika Gun Wook duduk lagi, ternyata foto keluarga mereka terjatuh di lantai. Tae Ra memungutnya, semua ini..hanya karena kau ingin kembali ke keluarga kita? Apa kau sangat merindukannya?

Tae Ra mengaku, ketika kau diusir keluar, aku merasa sangat terpukul dan meskipun aku tahu itu bukan salahmu, aku merasa kau sudah menghianatiku, kuharap perasaan tidak enakku ini bisa menghiburmu. Suara Tae Ra gemetar : Aku akan mencoba memanggilmu Tae Sung.

Tae Ra pergi dan kembali ke auditorium dimana ia dan Gun Wook terkurung. Lalu Tae Ra melihat Tae Sung kecil memanggilnya, kakak! Tae Ra berlutut dan memeluk Tae Sung kecil: Maaf..maafkan kakak. Tae Sung kecil dengan riang menjawab tidak apa-apa.

Tae Sung pergi ke restaurant Kak Jang dan bertemu Jae In dkk. Keduanya lalu bicara di luar. Tae Sung membawa tas besar, tas yang dulu dibawa Gun Wook ketika di Jepang. Tae Sung berpamitan dan sekaligus berkata kalau Gun Wook pasti sangat terpukul. Tae Sung menyuruh Jae In menemani Gun Wook sekarang, karena sebenarnya Gun Wook adalah Tae Sung yang asli, jadi dia menghancurkan keluarganya sendiri, dia pasti sangat menderita.

Jae In kaget sekali, ia baru tahu itu. Jae In lalu bergegas pergi menuju apartemen Gun Wook.

Di apartemen, Gun Wook mengeluarkan kotak, ternyata isinya pistol. Gun wook mengeluarkan pistol dan mengingat pertama kali menggoda Mo Ne, ingat Mo Ne ketika bayi, lalu ia ingat ketika bertemu Tae Kyun di lift dan ketika peti Tae Kyun diturunkan di liang lahat.

Gun Wook merasa terpukul, lalu ia mengangkat pistol itu dan mengarahkannya ke kepalanya...

Jae In masuk, Gun wook langsung menjatuhkan pistol ke lantai.

Jae In memeluk Gun wook dari belakang dan berkata ia mengerti Gun wook pasti sangat menderita setelah menyembunyikan rencana pembalasan dendam-mu begitu lama. (ini pertemuan terakhir keduanya)

Gun wook menggeleng ingin berkata sesuatu tapi tidak ada suara keluar. Jae In berkata kalau keluarga Gun wook pasti akan bisa memaafkannya. Jae In mengambil tangan Gun wook dan memutarnya, berhadapan dengan-nya.

Lalu memperkenalkan diri, Apa kabar, aku Moon Jae In, senang bertemu denganmu..

Jae In berkata ayo katakan siapa namamu? kenapa diam saja, Jae In mendorong Gun Wook mengucapkan nama aslinya. Gun Wook berusaha menyebut namanya, susah sekali tapi dengan terbata ia berkata : Aku..Hong Tae..Sung.
Jae In : Hong Tae sung..senang bertemu denganmu.

Lalu Jae In memeluk Gun Wook sambil menangis. Jae In mengendurkan pelukannya dan mencium Gun Wook. Keduanya berciuman.

Mo Ne datang dari Amerika dan ia sudah mendapat alamat Gun Wook. Ia mendekati pintu apartemen dan mencoba membuka pintu. Ternyata tidak terkunci. Mo Ne masuk perlahan dan melihat apartemen Gun wook yang elegan, ia jalan perlahan terus menuju ruang tengah dan terkejut ketika melihat Gun wook dan Jae In yang sedang berciuman mesra. Keduanya "sibuk" sekali hingga tidak menyadari kehadiran Mo Ne.

Mo Ne gemetar dan langsung beranjak keluar dengan perlahan.

Beberapa saat kemudian, Jae In menerima telp dari Won In. Jae In berkata kalau ia ada di rumah Gun Wook, dan mengundang Won In. Jae In keluar dari apartemen dengan berteriak pada Gun Wook : Gun Wook-ah, rapikan apartemen-nya ya, aku segera kembali. Jae In pergi.

Mo Ne yang ternyata masih menunggu di situ mengambil kesempatan ini untuk masuk ke dalam.

Mo Ne masuk ke apartemen Gun Wook. Gun Wook tidak ada di ruang tengah. Melihat foto Gun Wook+Jae In di meja dan merasa kesal dan menjatuhkan foto itu. Lalu...Mo Ne melihat pistol di karpet. (Gun Wook ini..kenapa ngga langsung disimpan pistolnya..arrrw). Mo Ne langsung mengambilnya.

Gun Wook keluar dari kamar mandi dan Mo Ne langsung mengarahkan pistol itu padanya.

Gun Wook : Mo Ne !
Mo Ne : Apa kau pikir aku tidak akan tahu apa-apa saat di Amerika? Mereka bilang kau yang melakukan ini pada keluargaku!

Gun Wook : Kau akan terluka, letakkan pistol itu!
Mo Ne : Tutup mulutmu! Apa yang dilakukan Jae in disini? Aku dan Tae Ra, dan Tae Sung juga..apa kau akan menghancurkan Tae Sung?

Gun Wook : Jangan melakukan ini Mo Ne! Lalu ia mendekat
Mo Ne : Jangan mendekat! Aku akan membunuhmu! Berhenti!
Gun Wook : Mo Ne!
Mo Ne : Jangan panggil namaku! Jika bukan karena kau aku tidak seperti ini. Karena kau aku seperti ini. Aku ingin kau mati! Mati!

Lalu Mo Ne menarik pelatuknya, DOR!!

Jae In tersentak, suara apa itu? Won In datang berlari, dan akhirnya aku sampai di rumah Gun Wook kata Won In, lihat bagus kan hidup tanpa tali.

Jae in bingung, Won In berkata Gun Wook pernah bilang ia ingin naik ke atas menggunakan tali. Naik sampai ke surga.

Di dalam apartemen, Mo Ne tertegun dan shock setelah menembak. Gun Wook mengulurkan tangan, letakkan senjata itu, Mo Ne..
Gun Wook jalan mendekat tapi Mo Ne berteriak : Jika kau sebut namaku aku akan menembak.

Gun Wook dengan lemah berkata : Aku minta maaf
Mo Ne : Maaf? Apa yang kau sesali? Setelah ini semua? Apa yang kau sesali? Mengapa? Apa kau takut aku akan membunuhmu, apa karena itu?

Gun Wook tersenyum tipis, Mo Ne aku mengerti. Seperti masa lalu, apa kau bisa memanggilku Oppa untuk terakhir kalinya?
Mo Ne : Oppa? kau tidak berarti apa-apa bagiku.

Mo Ne menjatuhkan senjatanya dan pergi : tidak berarti apa-apa...

Ternyata Gun Wook terluka. Di pinggangnya. Gun Wook mendekap lukanya dan terjatuh. Meraih handuk dan mengelap pistol itu untuk menghilangkan sidik jari Mo Ne.

Sementara itu, Jae In dan Won in belanja di supermarket. Ada cabe ijo euy..

Gun wook berjuang dengan nyawanya di apartemen. Ia berusaha berdiri tapi jatuh lagi. Mengambil jasnya dan dengan sempoyongan pergi meninggalkan apartemen.

Jae In dan Won In selesai belanja, Won in semangat sekali, ayo kita makan bersama Gun Wook.

Jae In dan Won In sampai di apartemen Gun Wook. Won In terpesona. Jae in heran, kemana Gun Wook? Ia mencari Gun Wook ke semua ruangan. Apa ini? Kemana dia? Keduanya akhirnya memutuskan untuk memasak saja sambil menunggu Gun Wook.
Jae In : Won in..apa kau tahu apa yang paling ia sukai?
Won In : Apa?
Jae In : Masakan rumahan, tapi aku tidak tahu apa makanan kesukaan-nya, ia pasti punya makanan favorit. Aku akan menanyakan-nya nanti. (If only you have that chance, girl...sigh)

Gun wook jalan sempoyongan di jalan. Orang2 melihat dengan heran tapi takut mendekat. Gun Wook meraih tiang dan mencoba bertahan. Sementara itu kedua kakak beradik Moon sudah selesai masak. Jae In melarang adiknya makan, tunggu Gun Wook dulu.
Jae In heran, kemana Gun Wook, mengapa tidak membawa ponselnya? Won In terpesona dengan masakan kakaknya, sepertinya ini makanan terenak yang pernah kau masak...

Gun Wook jalan dan berdarah2, ia terjatuh lagi. Orang2 semakin heran tapi tidak ada yang mau ikut campur, sigh..kenapa org2 itu? (Oh kalau saja pasukan RF ada di situ pasti dah digotong rame2 bawa ke UGD ya? haha..)

Jae In dan Won In masih menunggu dan malam semakin larut, Won In sudah kelaparan dan mengantuk. Jae in bingung kemana Gun Wook, lalu ia jalan ke dekat meja dan menemukan secarik kertas, tulisan tangan Gun Wook, karena ada urusan mendadak, orang tua angkatnya memintanya pulang ke Amerika.
Jae In heran, ia pulang ke Amerika? Tapi mengapa begitu mendadak?

Gun Wook terus saja jalan sempoyongan sampai kamera buram dan gelap!

Beberapa saat kemudian...entah berapa lama...

Tuan Hong duduk di taman bersama Tae Ra. Sudah bisa bicara perlahan dan tanya bagaimana dengan Tae Sung (dua2-nya). Tae Ra yang sebenarnya juga tidak tahu kabar keduanya menjawab, keduanya pasti baik-baik saja. "Anak itu" pasti akan kembali suatu hari nanti.
Tuan Hong berkata : Aku ingin makan bersama seluruh keluarga kalau mereka pulang.

Tae Ra menerima paket. Ketika dibuka, ada paket yang dibungkus bagus sekali, dengan pita yang indah. Isinya ternyata untuk So Dam, ada baju, boneka, tapi ada juga DVD Dirty Dancing. Tae Ra tahu itu dari siapa. Ada sepucuk surat, ditujukan untuk So Dam, tapi sebenarnya kata2nya untuk Tae Ra :
"So dam-ah, apa kau ingin jadi putri? Kalau kau mau jadi putri, kau harus tersenyum 100 kali sehari, terutama di depan ibumu." Yang mencintai So Dam, paman-mu.
Tae Ra menangis membaca surat Gun Wook itu.

Tanpa sengaja Jae In menyenggol bangau kertas yang ia temukan di Jeju. Jae In iseng membuka lipatan banagu itu lagi dan ada tulisan Gun Wook : Kak Taera, Mo Ne, keluarga ..Lalu ada tambahan Jae In, Won In, keluarg..maksudnya akan menulis keluarga tapi kurang satu goresan lagi.

Ada paket, Won in membawa masuk dan membukanya, ternyata isinya topeng kaca entah asli buatan Ryu Sensei atau topeng yang dipesan Gun wook waktu itu.

Ada catatan : Bagaimana dunia kalau dilihat dari mata orang yang kau cintai? Jae In-ah...aku memikirkan itu. Jika aku melihat dunia dari pandangan yang lain, akan terlihat seperti apa? Jae In..apa kabar? Kau harus berbahagia bagaimanapun juga. Jika kau melihat duniaku melalui mata itu..aku juga akan bisa tertawa. Sekarang, apa kau akan melihat duniaku dan bukannya aku?

Jae In bersemangat karena ia pikir Gun Wook pulang dan langsung ke apartemen-nya, tapi kecewa karena ternyata kosong.

Ny. Shin dibebaskan dari penjara (pengacaranya jago..atau uang yang berkuasa?). Ny. Shin dengan tersenyum puas melihat Tae Ra diangkat sebagai Presiden Direktur Haeshin ke-27.

Tae Sung jalan sendirian di jalanan sepi.

Mo Ne menikmati spa, lalu belanja dan berlatih yoga.

Sementara itu Moon Jae In memikirkan isi surat Gun Wook : "Dalam kegelapan malam, sulit mengatakan mana langit dan mana tanah, dan apakah sinar itu api atau bintang. Kemana aku akan pergi? Apakah surga? Atau neraka?"

Di tepi sungai..polisi memasang police line di suatu lokasi. Ditemukan mayat seorang pria. Polisi meletakkan mayat itu di bed-dorong dan menutupinya dengan selimut. Tangan mayat itu menjuntai keluar dan mengenakan jas sperti jas Gun Wook.

Lalu selimutnya terbuka sedikit dan cukup untuk memperlihatkan wajah mayat itu : Shim Gun Wook!
Polisi memasukkan mayat itu ke ambulance dan pergi.

Sementara itu, Jae In berkeliling dengan membawa topeng kaca di tangannya, memikirkan Gun Wook. Ia berdiri membelakangi papan pengumuman.

Di papan itu ada selembar kertas dari kepolisian, ditemukan mayat seorang pria. Usia antara 20-30 tahun, memiliki bekas luka di punggung. Tinggi : 180 cm. Kertas itu tidak tertempel dengan benar dan melambai2 tertiup angin.

Jae In bertanya-tanya : Gun Wook, dimana kau? Apa dunia yang kau lihat sekarang adalah dunia yang bahagia?

 

FIN

 

Sumber : kadorama-recaps.blogspot.com

Episode Sebelumnya

Share: