Saturday, 20 December 2008

Makhluk Terindah

Wanita cantik melukis kekuatan lewat masalahnya…
Tersenyum saat tertekan.
Tertawa di saat hati sedang menangis.
Memberkati di saat terhina.
Mempesona karena mengampuni.
Wanita cantik, mengasihi tanpa pamrih dan bertambah kuat dalam doa dan pengharapan.
Share:

Makna Hidup

Apalah arti tua jikalau tidak menjadikan kita lebih dewasa.
Apalah arti kepintaran jikalau tidak menjadikan kita lebih berakal.
Apalah arti jabatan jikalau kita tidak mengerti apa itu amanat.
Apalah arti kekayaan jikalau tidak menjadikan kita orang yang dermawan.
Apalah arti hidup jikalau hanya membuat kita lupa akan akhirat.
Apalah arti dunia jikalau ia dan seisinya membuat kita lupa akan penciptanya.
Bukankah dunia ini diciptakan hanya untuk bersujud kepadaNya.
Kemana kita akan bersimpuh, jikalau pandangan sudah berpaling dari hidupnya.
Siapa tempat kita mengadu jikalau keseimbangan membuat kita enggan tersungkur di atas sajadah panjangNya.
Pertolongan darimana yang kita nantikan jikalau pedomanNya tidak lebih berharga dari lembaran yang membuat manusia lupa siapa akan dirinya.
Betapa bahagianya hidup ini jikalau sampai saat ini lisan selalu basah oleh dzikir kepadaNya.
Betapa indahnya hidup ini jikalau di setiap hembusan nafas selalu membuat kita bersyukur akan kebesaranNya.
Betapa mulianya hidup ini jikalau setiap pandangan mata menambah keyakinan kita akan wujudNya.
Alhamdulillah…
Yang menjadikan hidup ini indah dengan segala keindahan yang dimilikiNya.
Yang menjadikan hidup ini mulia dengan segala kemuliaan yang ada padaNya.
Yang menjadikan hidup ini berarti dengan segala makna yang ada di dalamNya.
Alhamdulillah…
Share:

Sunday, 16 November 2008

Bongkahan Rasa

Suka cita masih bersemayam di hati
Tak sanggup mengelak perasaan itu
Hendak melalaikan
Namun..
Kata hati mengelaknya
Sesak jua perasaan
Dipenuhi butir-butir bahagia
Bahagia..
Atas sebongkah janji


Share:

Rasa iTu.......

Sebongkah rasa
Hancur berkeping-keping
Kepingan rasa
Pecah berbutir-butir
Butiran rasa
Lembut..
Halus..
Bak pasir

*Isi hati seorang insan yang perasaannya luluh lantak lantaran sebuah cinta yang menerkamnya*

Share:

Tak

Ketika usia berlanjut ke masa dewasa
Namun..
Tak mampu ku ucap kata
Kala kegirangan menghadangku
Tak sanggup ku bersikap
Kala kesedihan menerpaku
Tak mampu ku elak
Kala masalah bertubi-tubi menyerangku


Share:

Monday, 3 November 2008

Pekan Meletihkan Tak Terlupakan

Cukup memiliki rasa bangga dengan apa yang telah dihasilkan atas usaha dan kerja keras tim sukses AKK (Ajang Kreatifitas Kohati) 2008 yang diselenggarakan oleh HMI Cabang Malang yang bertempat di SMK Negeri 2 Malang pada tanggal 01-02 November 2008. Hasil dari perjuangan para kohati korkom UIN Malang termasuk aku sendiri adalah dengan adanya bukti piala piring juara 2 dan piagam dengan berpartisipasi mengikuti lomba:
a.Mading 3 Dimensi
b.Cerdas Cermat Kohati
c.Apresiasi Seni

Dalam lomba mading 3D, kita mempersembahkan sebuah postur madding yang bernama ‘Seribu Anak Tangga Menuju Pencerahan’. Yang di dalam madding tersebut berisi wacana tentang virginitas. Keterkaitan antara keduanya adalah setiap perempuan memiliki mimpi dan harapan yang cerah untuk masa depan diri mereka masing-masing. Namun dalam perjalanan menuju impian itu, pasti akan mengalami banyak hambatan salah satunya godaan dalam menjaga virginitas atau keperawanan perempuan, yang seringkali para gadis tidak terlalu mempedulikan arti atau makna dari virginitas itu sendiri. Mayoritas perempuan ingin menjadi wanita modern. Namun, apakah menjadi wanita modern harus mengorbankan sebuah virginitas yang seyogyanya kita jaga? Dengan adanya mading yang telah kita ciptakan sedemikian rupa, sebuah jawaban terkuak, bahwa untuk menjadi wanita modern, kita harus bercermin kepada gadis desa yang senantiasa sebuah virginitas yang mereka miliki selalu terjaga dengan apik. Sebuah virginitas tidak dijadikan sebagai modal untuk mewujudkan seluruh asa kita menuju masa depan yang cerah.

Cerdas cermat Kohati diikuti oleh para kohati yang mewakili HMI Korkom UIN Malang. Aku tak bisa mengungkapkan terlalu banyak cerita, dikarenakan aku sendiri tidak ikut andil dalam perlombaan tersebut. Jadi hanya yang ku ketahui saja yang akan ku bahas di sini. OK.

Untuk apresiasi seni, aku cukup ternganga dengan kabar yang kudapat. Awalnya, hanya bertujuan menyumbang performance gthoe. Tapi kog malah berubah jadi ikutan lomba bersama kampus lain. Dengan adanya berita itu, aku kaget dan ngerasa grogi banget. Namun akhirnya tampil juga walaupun dengan persiapan yang seadanya. Apresiasi seni yang kita tampilkan berjudul ‘The Color of Women’. Yang mengangkat cerita tentang berbagai sosok perempuan baik yang dipuja yakni seorang ibu, dipandang sebelah mata, dan perempuan yang selalu menanti sebuah kepastian. Setiap bait puisi selalu diiringi oleh lagu yang mendukung isi sajak itu. Untuk sajak ibu, kita menyanyikan lagu dari Iwan Fals. Untuk sajak tentang sosok perempuan yang dibenci tapi juga “dibutuhkan”, kita mengiringinya dengan lagu dari Peterpan-Kupu-kupu Malam. Sedangkan untuk sajak seorang gadis yang hingga tiap saat selalu memikirkan dan menunggu sebuah kepastian, kita melengkapinya dengan lagu dari sekelompok band yang bernama Peterpan-Sally Sendiri.

Share: