Sunday, 16 November 2008

Bongkahan Rasa

Suka cita masih bersemayam di hati
Tak sanggup mengelak perasaan itu
Hendak melalaikan
Namun..
Kata hati mengelaknya
Sesak jua perasaan
Dipenuhi butir-butir bahagia
Bahagia..
Atas sebongkah janji


Share:

Rasa iTu.......

Sebongkah rasa
Hancur berkeping-keping
Kepingan rasa
Pecah berbutir-butir
Butiran rasa
Lembut..
Halus..
Bak pasir

*Isi hati seorang insan yang perasaannya luluh lantak lantaran sebuah cinta yang menerkamnya*

Share:

Tak

Ketika usia berlanjut ke masa dewasa
Namun..
Tak mampu ku ucap kata
Kala kegirangan menghadangku
Tak sanggup ku bersikap
Kala kesedihan menerpaku
Tak mampu ku elak
Kala masalah bertubi-tubi menyerangku


Share:

Monday, 3 November 2008

Pekan Meletihkan Tak Terlupakan

Cukup memiliki rasa bangga dengan apa yang telah dihasilkan atas usaha dan kerja keras tim sukses AKK (Ajang Kreatifitas Kohati) 2008 yang diselenggarakan oleh HMI Cabang Malang yang bertempat di SMK Negeri 2 Malang pada tanggal 01-02 November 2008. Hasil dari perjuangan para kohati korkom UIN Malang termasuk aku sendiri adalah dengan adanya bukti piala piring juara 2 dan piagam dengan berpartisipasi mengikuti lomba:
a.Mading 3 Dimensi
b.Cerdas Cermat Kohati
c.Apresiasi Seni

Dalam lomba mading 3D, kita mempersembahkan sebuah postur madding yang bernama ‘Seribu Anak Tangga Menuju Pencerahan’. Yang di dalam madding tersebut berisi wacana tentang virginitas. Keterkaitan antara keduanya adalah setiap perempuan memiliki mimpi dan harapan yang cerah untuk masa depan diri mereka masing-masing. Namun dalam perjalanan menuju impian itu, pasti akan mengalami banyak hambatan salah satunya godaan dalam menjaga virginitas atau keperawanan perempuan, yang seringkali para gadis tidak terlalu mempedulikan arti atau makna dari virginitas itu sendiri. Mayoritas perempuan ingin menjadi wanita modern. Namun, apakah menjadi wanita modern harus mengorbankan sebuah virginitas yang seyogyanya kita jaga? Dengan adanya mading yang telah kita ciptakan sedemikian rupa, sebuah jawaban terkuak, bahwa untuk menjadi wanita modern, kita harus bercermin kepada gadis desa yang senantiasa sebuah virginitas yang mereka miliki selalu terjaga dengan apik. Sebuah virginitas tidak dijadikan sebagai modal untuk mewujudkan seluruh asa kita menuju masa depan yang cerah.

Cerdas cermat Kohati diikuti oleh para kohati yang mewakili HMI Korkom UIN Malang. Aku tak bisa mengungkapkan terlalu banyak cerita, dikarenakan aku sendiri tidak ikut andil dalam perlombaan tersebut. Jadi hanya yang ku ketahui saja yang akan ku bahas di sini. OK.

Untuk apresiasi seni, aku cukup ternganga dengan kabar yang kudapat. Awalnya, hanya bertujuan menyumbang performance gthoe. Tapi kog malah berubah jadi ikutan lomba bersama kampus lain. Dengan adanya berita itu, aku kaget dan ngerasa grogi banget. Namun akhirnya tampil juga walaupun dengan persiapan yang seadanya. Apresiasi seni yang kita tampilkan berjudul ‘The Color of Women’. Yang mengangkat cerita tentang berbagai sosok perempuan baik yang dipuja yakni seorang ibu, dipandang sebelah mata, dan perempuan yang selalu menanti sebuah kepastian. Setiap bait puisi selalu diiringi oleh lagu yang mendukung isi sajak itu. Untuk sajak ibu, kita menyanyikan lagu dari Iwan Fals. Untuk sajak tentang sosok perempuan yang dibenci tapi juga “dibutuhkan”, kita mengiringinya dengan lagu dari Peterpan-Kupu-kupu Malam. Sedangkan untuk sajak seorang gadis yang hingga tiap saat selalu memikirkan dan menunggu sebuah kepastian, kita melengkapinya dengan lagu dari sekelompok band yang bernama Peterpan-Sally Sendiri.

Share:

Sunday, 21 September 2008

kEbaikaN paDa sEmua pERistiwA

“Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit. Dan kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu. Dan kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, Karena itu kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.”
Sebagai pelajaran bagi kita yang tampaknya “menyedihkan” itu tidak demikian bagi orang yang beriman. Jika orang mempercayai keberadaan Allah, mencari perlindungan hanya kepada-Nya, dan meminta pertolongan hanya kepada-Nya, maka tidak ada sesuatu yang menjadi penyesalan baginya. Allah menciptakan berbagai kesulitan, namun kesulitan itu hanya untuk menguji dan menguatkan kesetiaan dan keimanan orang beriman.
Yang demikian itu tidak terjadi pada orang yang ingkar. Tidak ada satupun dalam hidup ini kebaikan bagi mereka. Semua yang menipu mereka adalah kegemaran atau kesenangan merupakan sebenar-benarnya kemalangan dan hal ini akan menambah kesengsaraan mereka di kemudian hari. Segala sesuatu yang mereka lakukan akan mereka pertanggungjawabkan kelak di hadapan-Nya.
“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Share:

terNyata akYu ga' sEndiRi

Aku menyangka bahwa diriku “sendirian”. Namun hal ini tidak benar. Karena Allah selalu bersama ku dan melihat serta mendengar setiap perbuatan ataupun perkataan ku. Selain itu ada para saksi yang tidak terlihat di sisiku yang tidak pernah meninggalkanku. Saksi-saksi itu adalah para malaikat yang bertugas mengawasiku, yang mencatat setiap perbuatan.
Share: