Tuesday, 11 September 2012

Sibukkan Diri

Music, menjadi salah satu hiburan yang menemaniku di saat sepi melanda. Entah bergenre pop, jazz, maupun rock, yang penting ada suara yang mengiringi kehadiranku. Malam yang sunyi, membuat suasana hening dan tak mengenakkan jika diam solusinya. Alat yang bisa mengeluarkan suara harus kunyalakan, walaupun resiko harus kutanggung yaitu baterai habis. Sehingga kabel charge menjalar sepanjang lokasi terdekat dengan kedua telingaku. Suara music ku keraskan sehingga alunan lagu mengajak kepalaku bergoyang, melambaikan tanganku, bahkan tak ku pungkiri terkadang ku keraskan suaraku mengikuti alunan syair yang menggema bak seorang artis sedang konser di gedung yang membahana.

Internet, hiburan yang aku kerahkan tuk menemani sepanjang malam yang menghampiriku. Aku upayakan ponsel androidku dan laptop beserta modemnya. Ada saja rasa penasaranku untuk mengklik beberapa link meski itu jauh dari penting tidaknya buatku, member manfaatkah link itu buatku. Ingin saja aku download, aku copy, bahkan inginku menghubungi nomor contact agar ku bisa memesan item yang dipajang di situs tersebut.

Papercraft, menjadi salah satu hiburan mengisi waktu luang ku. Meski belum tahu bagaimana cara menyusunnya, namun hal itu dikalahkan oleh rasa ingin mendownload polanya, kemudian mencetaknya, lalu membentuknya. Selain melatih kesabaran dan mengisi waktu senggang kala menunggu hingga waktu untuk pejamkan mata, juga untuk mengalihkan perhatian agar tidak GALAU.

GALAU, God Always Listening And Understanding. Allah mendengar isi hati manusia, aku yakin itu. Terkadang aku melewati saat-saat aku tidak bisa mengendalikan diriku tuk membayangkan keinginan ku menjadi kenyataan. Bahkan terkadang aku memaksa seseorang tuk memahami isi hatiku demi inginku terwujud, padahal aku tahu betapa banyaknya target yang belum dia capai. Apa tidak egois itu namanya?? Aku mengakui hal itu. Itulah mengapa aku berusaha menyibukkan diri agar aku tidak terjebak dengan kepedulian terhadap targetku sendiri. Semoga dia mengrti.

Share:

Sunday, 9 September 2012

Suasana yang Belum Ku Kenal Sebelumnya

Kos, tempat singgah bagi orang-orang yang jauh dari tempat tinggal asalnya baik untuk bersekolah maupun bekerja. Itu yang menjadi salah satu bagian dari kehidupanku saat ini. Dari jenjang sekolah baik TK, SD, SMP, SMA, maupun Universitas, aku tak pernah kos. Kos yang identik dengan membayar sejumlah uang setiap bulan untuk satu kamar, tetapi berbeda denganku. Di tempat yang kutinggali kos, aq membayar sejumlah uang per bulan untuk sebuah rumah. Rumah yang terdiri dari sekat-sekat dinding sehingga membentuk kotak-kotak ruangan yang terdiri antara lain teras depan rumah, ruang tamu, ruang sholat, dua kamar tidur, ruang tengah, dapur, dan kamar mandi. 

Penghuni, dari 4 orang menjadi aku sendiri. Dari jarak, rumah kedua teman berdekatan dengan terminal yang menghubungkan angkutan dari Malang ke tempat kerja. Dari sisi ekonomi, salah satu teman memilih untuk menghuni rumah dengan status kontrak sehingga sejumlah uang yang harus dibayar menjadi lebih ringan. Aku, berusaha nyaman menghuni. Dilihat dari jarak, lumayan jauh antara terminal dan rumahku, angkutan darat pun susah dan lama, bahkan aku pun tak mampu kendarai motor yang mana kendaraan tersebut bisa membawaku pulang pergi dari rumah ke tempat kerja dan sebaliknya. 

Kerasan, suasana yang sulit tuk aku dapatkan. Dari sisi waktu, di rumah mataku mampu melek hingga tengah malam, sedangkan di tempat transitku ini ba'da isya' rasanya sudah tengah malam. Sunyinya malam, lalu lalang kendaraan, padatnya penghuni kota, ramahnya lingkungan sekitar, sangat jauh berbeda.

Kangen, perasaan rindu yang tak bisa terhindarkan jika ku mengkhayal yang terlalu imaginatif. Baik orang tua maupun orang terkasihku nun jauh di sana. Sosok orang tua memang tak bisa dilepaskan dari perjalanan hidup seorang anak. Berlaku juga bagi teman dekat yang telah lama jauh dipisahkan jarak dan waktu (meski waktunya sama yaitu WIB, tetapi datang dan perginya matahari masih lebih dulu di wilayahku). Bisakah kau datang kepadaku, menemaniku di kala aku membutuhkan sosok teman dekat yang bersedia menerima keluh kesahku, bercanda tawa bersama, dan berbagi kebahagiaan [*dengansebuahpernikahan*]...??????

 *semogaindahpadawaktunya*



Share:

Sunday, 2 September 2012

Tuesday, 7 August 2012

Ini Kisahku

Saat pertama ku kenal dirimu
Tak ada rasa selain teman
Teman berbagi canda tawa
Yang selalu setia bersama

Namun perlahan rasa itu mulai datang
Menghampiriku
Ku coba tuk menghindarinya selalu
Dan meyakinkan diri bahwa kau temanku

Saat rasa itu mulai memudar
Kau hadir membawa cinta
Cinta yang kau beri padaku
Kubalas dengan persahabatan

Tapi semakin lama aku mulai menyadari
Bahwa masih ada cinta untukmu
Dan ku mulai berikan hatiku untukmu


Namun kau malah pergi meninggalkanku

Itulah kisahku
Kisah cinta yang tak berujung
Cinta yang makin memburu saat kau telah pergi
Hingga kini masih kunanti…



BY: http://miissu-miisuu.blogspot.com/search/label/Puisi%20Indonesia
Share:

Luka


Karya : Ni Luh Putu Mira Suantari


Dalam gerimis aku menangis
Teringat ia yang telah pergi
Hati bagaikan teriris
Ingat luka yang kau beri

Kau datang membawa sejuta impian
Yang terlukis abadi jadi kenangan
Hingga kini masih tersimpan
Dalam lubuk hati jadi ingatan

Namun kini kau pergi tinggalkan luka
Luka yang kunikmati karena dirimu
Luka yang begitu menyayat hatiku
Sangat dalam hingga menusuk kalbu

Tahukah kini aku terluka…?
Karena cintamu yang kau beri padaku
Karena harapan darimu
Karena luka yang kau tinggalkan untukku…



BY: http://miissu-miisuu.blogspot.com/search/label/Puisi%20Indonesia
Share:

Mengerti

Karya : Ni Luh Putu Mira Suantari


Bukan harta yang kuinginkan
Bukan pula kekuasaan
Bukan juga pujian dan rayuan
Namun pengertian yang kudambakan

Mengerti adalah jalan
Untuk mencapai keharmonisan
Tanpa pengertian
Hanya duka yang kita temukan

Akankah kau mengerti diriku…?
Akankah kau mengerti perasaanku…?
Atau kau hanya memikirkan dirimu
Dan semua angan-anganmu

Mengapa kau tak mengerti…?
Tak pernah mengerti
Di matamu selalu aku yang salah
Selalu tak pernah berubah




BY: http://miissu-miisuu.blogspot.com/search/label/Puisi%20Indonesia

Share: