Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik dapa kekayaannya karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-ari yang gelap menjadi cerah.
Thursday, 28 May 2009
Diharamkannya Babi
Saat ini dunia digeegerkan dengan penyakit Flu Babi. Korbannya sudah ratusan orang yang terinfeksi oleh virus H1N1 tersebut. Allah SWT telah mengharamkan babi sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya yang artinya: “Tidak aku temukan dalam wahyu yang diturunkan kepadaku, sesuatu yang haram untuk memakannya, kecuali bangkai atau darah yang mengalir atau daging babi, sebab semua itu adalah nista (kotor) atau binatang yang disembelih untuk selain Allah; maka barang siapa karena keadaan terpaksa dengan tidak menginginkannya lagi tidak melampaui batas, maka sesungguhnya Rabb-mu Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.”(QS. Al-An’aam:145).
Sejumlah penelitian medis ilmiah telah menetapkan bahwa babi, dibanding semua jenis hewan yang ada, termasuk daging yang banyak mengandung bahan berbahaya bagi tubuh manusia. Di antara penyakit yang muncul memakan babi adalah sbb:
Penyakit hewan parasit. Diantaranya ialah berkembangnya cacing spiral, termasuk golongan cacing berbahaya bagi manusia. Semua daging babi mengandung cacing ini. Biasanya cacing ini terkumpul dalam otot-otot. Maka orang yang memakan daging babi, bisa menyebabkan nafas terhenti kemudian mati, ini dikarenakan bisa menyerang batas diafragma.
Penyakit dari bakteri, seperti TB (Tuberculoses), Cholera Tivudiah, Pharatefuoid, demam tinggi yang cepat.
Penyakit dari virus, seperti penyakit disfungsi syaraf, dis-fungsi otot jantung (qalbu), influenza.
Penyakit dari mikroba, seperti mikroba Tacsoplasma guwandi, yang bisa menyebabkan panas demam tinggi dan badan melemah, membesarnya hati dan limpa, dis-fungsi paru-paru, otot jantung, dis-fungsi syaraf yang terkait dengan pandangan dan penglihatan.
Penyakit2 yang berkembang dari susunan biologis daging dan lemak babi, dikhawatirkan akan terjangkit penyakit nyeri persendian.
Ditambah lagi, babi mengandung minyak lecithin (minyak babi) yang sangat berbeda dengan hewan lainnya. Oleh karena itu, orang yang memakan daging babi mengandung lecithin jenis ini dan kelebihan kolesterol dalam darah mereka, sehingga menambah kemungkinan terkena penyakit kanker, jantung, pendarahan dad, yang semuanya bisa menyebabkan kematian secara mendadak.
Mudharat yang demikian dan lainnya yang sampai kini belum diketahui lagi, merupakan bukti bahwa pembuat syari’at yang maha bijak tidak mengharamkan memakan babi kecuali karena adanya hikmah yang agung, yaitu menjaga jiwa. Dan menjaga jiwa merupakan satu dari lima pokok hal dalam syariat yang mulia yang harus dijaga.
ngEndaLiin eMosi
Yang namanya manusia tentu saja pernah emosi atau marah. Entah karena ada masalah dengan seseorang ato ada alasan lain. Berikut ini beberapa cara meredam emosi:
Tenangkan hati di tempat yang nyaman
Mengambil air wudhu lalu sholat dan dzikir (bagi umat Islam)
Mencari penyebab dan mencari solusi
Rasakan yang orang lain rasakan
Ingin menjadi orang baik
Mencari kesibukan yang disukai
Cuek dan melupakan masalah yang ada
Kendalikan emosi dan jangan mau diperbudak amarah
Curhat pada orang laen yang bisa dipercaya
Berpikir rasional sebelum bertindak
Wednesday, 27 May 2009
iringaN kaLbu
Di kala algoritma hidupku terhalang oleh waktu
Ke-error-an pikiranku selalu muncul
Di kala flowchart hidupku pertengahan jalan buntu
Ya Allah….
Buntu banget pikirankuu…
Saturday, 25 April 2009
Buah Manis dari Kekalahan dan Kegagalan
Manusia seringkali menggantungkan diri pada suatu usaha serta mengukur kebaikan dengan nafsu dan kepentingan tersebut. Akibatnya, kalau keinginan manusia atau harapannya tidak tercapai dia jatuh dan stress. Hanya bisa meratapi dan bahkan menyalahkan nasibnya. Kalau sudah begitu maka tidak jarang orang yang jatuh dalam keputusasaan. Sebab dia mengira keinginannya, harapannya dan yang dianggapnya baik itulah yang paling baik, paling ideal dan sesuai dengan dirinya.
Ini adalah sikap yang keliru. Ayo kita tanamkan keyakinan dan kesadaran bahwa Allah SWT adalah Maha Rahman dan Rahim (Maha Pengasih dan Penyayang). Dengan keadaran seperti ini, kita akan senantiasa berbaik sangka kepada Allah SWT. Kalau Allah SWT memberikan ujian, cobaan atau tidak mengabulkan keinginan kita, bisa jadi itu merupakan bagian dari scenario rahmat-Nya Allah SWT.
Salah satu contoh kasusnya adalah kekalahan dalam pilkada atau pemilu. Untuk pihak yang kalah seyogyanya bersikap bijak, jangan sampai gara-gara kalah lalu melakukan tuntutan kesana kemari, stress hingga sakit jiwa. Owh..owh..owh..bagi yang kalah cobalah untuk bisa merenung.
Seringkali manusia mengalami hal-hal buruk dan kegagalan. Dan seringkali pula manusia berprasangka buruk kepada Allah atas apa yang manusia alami. Dan tak jarang malah menyikapi hal-hal buruk tersebut dengan sikap yang keliru. Ada yang uring-uringan, menyalahkan sana-sini, putus asa, bahkan ada yang bunuh diri. Padahal setiap ujian atau cobaan termasuk kegagalan itu pasti ada hikmah dan manfaatnya. Tetapi mata hati selalu tertutup dengan nafsu dan emosi. Oleh karena itu kita harus belajar menerima hal-hal buruk dengan pikiran jernih dan hati yang bersih. Allah SWT berfirman “Bisa jadi kalian membenci sesuatu paahal Allah menjadikan di dalamnya kebaikan yang banyak”(QS. An-Nisa: 12). Dalam ayat yang lain Allah berfirman “Bisa jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik untukmu. Dan bisa jadi kamu mencintai sesuatu padahal itu buruk untukmu” (QS. Al-Baqarah: 216).
Jadi kita harus berusaha bersikap arif dan bijak. Bisa jadi sesuatu yang kita anggap paling baik untuk kita, paling sesuai dengan keinginan dan hitungan akal kita, ternyata sebenarnya buruk untuk kita. Dan kita perlu sabar untuk mengetahui hikmah di balik cobaan dan kegagalan itu. Sebab, tak jarang baru kita rasakan setelah sekian lama. Ada yang satu tahun, sepuluh tahun, bahkan setelah meninggal baru merasakan hikmahnya. Sebagaimana kisah orang-orang di surga yang terkejut mendapat banyak pahala padahal ia merasa tidak melakukan kebaikan itu. Ternyata pahala dan keutamaan itu sebagai simpanan dari doa-doanya yang tidak dikabulkan di dunia. Bukankah kita sering berprasangka buruk dan mempertanyakan mengapa doa kita belum terkabulkan. Jangan sampai berprasangka buruk kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian mati kecuali ia berbaik sangka kepada Allah”(HR. Imam Muslim)
Renungkanlah:
Kita sering inginkan kesenangan, dijauhkan dari kesenangan. Allah lebih tahu kesusahan itu mengajari kita akan arti kehidupan.